Demokrat klaim pembentukan poros ketiga datang dari aspirasi rakyat

Jumat, 11 Mei 2018 16:00 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Hinca Panjaitan. ©facebook.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan rencana pembentukan poros ketiga di Pemilu Serentak 2019 berasal dari aspirasi rakyat di daerah. Dia mengklaim, masyarakat di daerah-daerah menginginkan hadirnya calon pemimpin baru di luar nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Gini saya kira pilihan terbaik dan yang kami rekam dari masyarakat waktu kami keliling seluruh Pulau Jawa dan saya tour di Sumatera Utara, itu mengharapkan yang baru, pemimpin baru," katanya di Rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/5).

Hal lain yang mendasari keinginan Demokrat membentuk poros ketiga adalah menghadirkan banyak pilihan calon pemimpin bagi rakyat di Pemilu 2019.

"Nah yang kedua tentu pilihan tentang banyaknya pilih. Jangan dikotomi seolah-olah cuma ini saja begitu, saya kira alternatif pemain ketiga itu baik sekali sebagai alternatif di masyarakat, dan itu diinginkan," terangnya.

Hinca mengungkapkan, komunikasi dan penjajakan poros ketiga terus dilakukan kepada sejumlah partai. Baik yang belum menentukan sikap mau pun yang telah merapat ke koalisi pendukung Jokowi.

Namun, Demokrat berharap partai yang belum menentukan sikap seperti PKB, PAN dan PKS ikut bergabung membentuk poros ketiga.

"Bagaimana hari ini? Masih terus jalan. Komunikasi dengan PAN, komunikasi dengan PKB, bahkan komunikasi dengan PKS juga berjalan," ungkapnya.

Manuver Demokrat merayu partai-partai pendukung Jokowi membentuk poros ketiga dikarenakan koalisi itu dianggap belum bulat dan utuh. Hinca beranggapan, alasannya karena pendukung koalisi Jokowi belum mengumumkan calon wakil presiden.

Namun, kata Hinca, meskipun cawapres telah diumumkan tidak otomatis membuat koalisi Jokowi solid. Dia memprediksi bakal ada partai yang 'sakit hati' karena kadernya tidak dipilih Jokowi sebagai cawapres.

"Masih terus melakukan komunikasi dan saya pikir even koalisi di sebrang sana juga karena belum juga diumumkan siapa cawapresnya, saya masih belum percaya bahwa itu bulat utuh seperti itu," ucapnya.

"Nah jangan-jangan nanti kalau sudah diumumkan cawapresnya yg satu merasa "loh kok aku ditinggal" karena semua mengajukan diri sebagai cawapres," sambung Hinca. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini