Demokrat Ingatkan Calon Kapolri Idham Azis Jamin Netralitas Anggota di Pilkada 2020

Rabu, 30 Oktober 2019 10:27 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Demokrat Ingatkan Calon Kapolri Idham Azis Jamin Netralitas Anggota di Pilkada 2020 Irjen Idham Azis. ©radarbharindo.com

Merdeka.com - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Didik Mukrianto berharap calon Kapolri Idham Aziz harus mampu mewujudkan penegakkan hukum yang adil dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Selain itu, menurutnya, Idham juga harus tetap menjaga Polri tetap netralitas dalam ajang demokrasi.

Idham Aziz akan menjalani fit and proper test sebagai Kapolri di Komisi III DPR hari ini. Sebelum menggelar fit and proper test, Komisi III berkunjung ke rumah Idham Aziz. Pada siang hari, Komisi III DPR menggelar RDPU mendengar masukan masyarakat. Sore harinya, fit and proper test Kapolri digelar.

"Saya yakin sepenuhnya dengan kapasitas, kapabilitas, kompetensi dan komitmen beliau, Polri secara kelembagaan akan lebih baik lagi dalam melakukan penegakan hukum, menjamin rasa aman masyarakat. Namun saya mengingatkan dinamika politik ke depan, khususnya dalam Pilkada 2020, Polri harus terus menjamin netralitas aparatnya untuk menghadirkan demokrasi yang baik di negeri ini," kata Didik lewat siaran persnya kepada merdeka.com, Rabu (30/10).

Didik berpandangan, sosok Idham Aziz adalah sosok sederhana dengan segudang prestasi dalam karirnya sebagai anggota Polri.

"Perjalanan karir beliau di Polri cukup baik, dengan berbagai capaian, keberhasilan, serta legacy yang membanggakan. Beliau salah satu anggota Polri yang pernah mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa karena prestasinya di era Presiden SBY, termasuk Pak Tito Karnavian," lanjut Ketua Umum Karang Taruna Nasional ini.

Ketua DPP Partai Demokrat ini memberikan catatan kepada Idham soal sejumlah fokus Polri ke depan. Seperti terus melakukan pengawasan internal, meningkatkan kinerja dan penguatan kelembagaan serta profesionalisme anggotanya dalam menjalankan tugas.

Begitu pula dengan berbagai bentuk kejahatan yang marak terjadi di dunia modern seperti sekarang harus diantisipasi oleh Polri. Sebut saja, terorisme, kejahatan siber dan transnasional.

"Kejahatan terorisme, kejahatan siber dan kejahatan transnasional lainnya harus tetap menjadi perhatian dan tantangan tersendiri. Selain itu pengawasan internal dalam rangka penguatan kinerja dan kelembagaan Polri juga harus menjadi fokus calon Kapolri ke depan. Untuk itu, Polri ke depan harus lebih dekat lagi dengan masyarakat," tandas Didik. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini