Demokrat dan PAN Diprediksi Akan Keluar Dari Koalisi Prabowo-Sandi

Sabtu, 11 Mei 2019 16:32 Reporter : Sania Mashabi
Demokrat dan PAN Diprediksi Akan Keluar Dari Koalisi Prabowo-Sandi Pengamat Politik Ray Rangkuti. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai jelang pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) koalisi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno semakin tidak solid. Dia pun memprediksi Partai Demokrat dan PAN akan hengkang dari koalisi yang biasa disebut Koalisi Adil dan Makmur itu.

"Jelang 22 Mei trennya eskalasinya makin turun, di lingkungan koalisinya sudah enggak solid, Demokrat yang sudah agak jelas keluar, PAN yang engga mau ikut-ikutan dengan model-model seperti sekarang. Artinya yang turun ke jalan ini Gerindra plus jemaah Ijtima Ulama," katanya di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5).

Terkait dengan hasil Pemilu, Ray memprediksi tidak akan ada pengerahan 'people power'. Sebab, kata dia, yang tersisa dari koalisi nantinya hanya Partai Gerindra dan peserta Ijtima Ulama saja.

"PAN engga mau cara-cara begitu, PKS mana ada PKS mengatakan kecurangan coba cek lagi deh.Tinggal Gerindra beserta jemaah Ijtima Ulama," ungkapnya.

Menurutnya wacana people power juga tak perlu diambil pusing. Bagi Ray, itu adalah reaksi biasa yang seharusnya sudah sering dihadapi pada tahun politik.

"Dari segi keamanan wacana people power nanti enggak terlalu merepotkan, ini hanya reaksi biasa yang kita semestinya sudah berulang kali terjadi harusnya punya pengalaman soal ini," ujarnya.

Ray memprediksi Gerindra nantinya akan menerima hasil Pemilu 2019. Karena, lanjutnya, jika memperkarakan lebih jauh hasil tersebut juga akan berpengaruh pada elektoral Gerindra di Pemilu 2024.

"Tanggal 22 (Mei) dugaan saya Gerindra akan menurut. Kalau pilpres diributkan, nanti efeknya ke pileg," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini