Demokrat: Beda Dengan SBY, Era Jokowi Ruang Demokrasi Mahal Harganya

Selasa, 29 Januari 2019 15:08 Reporter : Sania Mashabi
Demokrat: Beda Dengan SBY, Era Jokowi Ruang Demokrasi Mahal Harganya Jokowi bertemu SBY. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengomentari ditahannya musisi sekaligus kader Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo karena kasus ujaran kebencian di media sosial. Menurut dia, kebebasan berpendapat saat ini sudah berbeda dari era reformasi dan era kepemimpinan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya kira era kali ini (Jokowi) beda dengan era SBY. Kebebasan menyampaikan pandangan, pendapat sebagai syarat utama ruang demokrasi kita menjadi sesuatu yang mahal harganya," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1).

Hinca menilai, tidak seharusnya pemerintah merasa alergi dengan kritikan. Kata dia, di era SBY pun semua bebas mengemukakan pendapat.

"Sebuah pemerintahan dan kekuasaan sesungguhnya memerlukan kritik, pandangan yang berbeda agar langgeng kekuasaan," ujarnya.

"Oleh pejabat-pejabat publik kita tak perlu alergi untuk perbedaan pendapat, kami di Demokrat selalu katakan menyuarakan kebebasan berpendapat, di era SBY misal ruang demokrasi kita harus kita isi beda pendapat," sambungnya.

Meski begitu, Hinca tetap berharap, Dhani bisa menempuh upaya hukum lanjutan terkait kasusnya itu. Semua itu, lanjutnya, digunakan untuk mencari keadilan.

"Saya belum tahu dia banding atau tidak, tapi upaya hukum yang ada jadi ruang siapa saja untuk cari keadilan, yang merasa kehilangan keadilan," ucapnya.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan atau 18 kurungan penjara kepada politisi Gerindra Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian. Selain itu, Hakim juga memerintahkan untuk segera menjebloskan Ahmad Dhani ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

"Menjatuhkan terdakwa Ahmad Dhani dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan, meminta agar terdakwa untuk disetujui," ucap M. Ratmoho membacakan amar putusan, Senin (28/1).

Seusai mendengarkan putusan tersebut, Ahmad Dhani didampingi dua pengacara langsung menuju ke mobil tahanan. Diam seribu bahasa, Dhani dan perantara hanya bisa berpose salam dua jari baik sebelum menaiki mobil maupun di dalam kursi mobil tahanan. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini