Demokrat: 2024 Masih Lama, PDIP dan Gerindra Sudah Mulai Genderang Bersatu

Jumat, 28 Februari 2020 11:47 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Demokrat: 2024 Masih Lama, PDIP dan Gerindra Sudah Mulai Genderang Bersatu Prabowo Bertemu Megawati. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Partai Demokrat mengendus rencana membangun kekuatan politik besar antara PDIP dan Partai Gerindra. Hal itu tampak dari pertarungan politik pemilihan Wagub DKI di DPRD Jakarta.

Politikus Demokrat Andi Arief menyayangkan hal itu. Apalagi, membangun kekuatan itu di tengah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga kader PDIP masih berkuasa. Hal tersebut dinilai tidak etis.

"Tahun 2024 masih lama. Tapi PDIP dan Gerindra memulai genderang bersatu dari sekarang. Itu hal biasa, meski tak elok Pak Jokowi kekuasaannya berusia muda di jabatan ke dua. Perang pertama dimulai pemilihan cawagub DKI. Tidak mungkin Demokrat mendukung koalisi Gerindra dan PDIP," kata Andi kepada wartawan, Jumat (28/2).

1 dari 2 halaman

Sekali lagi, Andi menegaskan, Demokrat tidak ada mau bergabung dengan koalisi Gerindra dan PDIP yang telah memulai membangun kekuatan dari sekarang. Alasannya, Hal itu menutup peluang Demokrat.

"Koalisi itu akan menutup peluang Demokrat enggak mungkin kita dukung. Koalisi itu akan menjadi lawan permanen Demokrat sampai 2024," tegas Andi.

Menurut Andi, Demokrat akan menjegal jalan koalisi PDIP dan Gerindra. Salah satunya dengan membangun kekuatan politik dengan parpol lain juga.

"Akan bekerjasama dengan partai-partai lain di luar dua partai itu," tambah dia.

2 dari 2 halaman

Diketahui, PDIP dan Gerindra memang terlihat makin mesra. Hal ini dimulai sejak Prabowo Subianto memutuskan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Kemesraan keduanya ditambah dengan persiapan Pilkada 2020. Di Depok misalnya, Gerindra dan PDIP putuskan berkoalisi, meninggalkan PKS yang incumbent. Pilkada Solo dan Medan, juga menunjukan gelagat Gerindra dan PDIP bakal bersatu. Kedua putra Jokowi, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution yang hendak maju telah didukung informal oleh Gerindra.

Ditambah lagi, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang kerap kali menyapa dan meledek Ketum Gerindra Prabowo Subianto dalam setiap pidato yang dihadiri para ketum parpol atau menteri. Hal ini menambah kedekatan PDIP dan Gerindra. [rnd]

Baca juga:
PDIP Soal Ramai Wacana Duet Prabowo-Puan untuk 2024: Terlampau Dini
PDIP Sebut Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Sangat Memungkinkan
Membandingkan Elektabilitas Prabowo dan Anies di Pilpres 2024 Versi Survei
PKS Punya Opsi Usung Anies Baswedan Jadi Capres 2024
Golkar Berminat Usung Prabowo Jadi Capres di Pilpres 2024
Anies Baswedan & Ujian Banjir Jakarta, Sanggupkah Diatasi Demi 2024?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini