Dekat dengan Prabowo, Dukungan Ustaz Somad Dinilai Kubu Jokowi Tak berpengaruh

Jumat, 12 April 2019 15:39 Reporter : Aksara Bebey
Dekat dengan Prabowo, Dukungan Ustaz Somad Dinilai Kubu Jokowi Tak berpengaruh prabowo dan ustaz abdul somad. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, pernyataan dukungan Ustad Abdul Somad kepada Prabowo Subianto tidak memiliki pengaruh besar pada peta dukungan Pilpres 2019. Pasalnya, sosok tokoh agama itu memang sudah identik sebagai pendukung capres 02 sejak lama.

"Jadi, sudah sejak awal diidentikkan seperti itu, maka di terakhir menyampaikan dukungan pun, ya, peta (dukungan) tidak berubah," kata Dedi.

Faktor lain adalah, Dedi menganggap segmentasi pendukung capres-cawapres pada Pemilu 2019 telah terbentuk. Penyuka UAS sudah secara umum menjadi pendukung Prabowo-Sandi sejak lama.

"Mungkin itu strateginya, kami tidak bisa mengomentari strategi orang lain," ujarnya.

Namun, pendapat lain disampaikan oleh pengamat politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah yang menyebut bahwa dukungan UAS berpotensi mengubah tren elektoral di Pilpres 2019.

"Membaca hasil survei sejauh ini, opinion leader (tokoh terpercaya dan berpengaruh di masyarakat) masuk dua besar sebagai faktor perubahan elektoral, petahana layak mencari penyeimbang UAS jika tidak ingin terkejar tingkat keterpilihannya" katanya, Jumat (12/4).

Dedi menjelaskan, ketokohan UAS memiliki tingkat penerimaan publik lebih luas dibanding tokoh-tokoh yang berada di kubu petahana, bahkan dengan Ma'ruf Amin sekalipun, daya ungkit elektoral UAS lebih kuat.

UAS masuk ke kelas sosial beragam, baik muslim modern dan tradisional, sehingga diterima lebih banyak orang dibanding tokoh lain. Bahkan dengan Ma'ruf Amin sekalipun, UAS dinilai Dedi lebih potensial.

Membaca arah dukungan UAS, tidak menutup kemungkinan akan diikuti tokoh lain yang sejauh ini belum mengutarakan dukungan. Disinggung apakah bergabungnya UAS di barisan pendukung Prabowo menjadi penentu kemenangan, menurut Dedi banyak faktor yang harus dilibatkan, sehingga tidak dapat hanya berpedoman pada satu tokoh saja.

"UAS berkontribusi signifikan, tetapi tidak lantas menjadi yang terbesar, banyak faktor yang harus dilibatkan. Jika tokoh-tokoh lain mengikuti jejak UAS, sebut saja Adi Hidayat, Abdullah Gymnastiar, maka peluang itu (menang) semakin terlihat," jelasnya.

"Ada resiko yang mengikuti keterbukaan UAS, publik akan menguat mendukung jika gestur komunikasi UAS stabil seperti saat ini, jika kemudian UAS terlalu jauh semisal berorasi dengan ajakan tegas memilih Prabowo, justru akan hilangkan originalitas ketokohannya" tutup Dedi. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini