Dedi Mulyadi sebut #2019GantiPresiden membuat anti-Jokowi pilih Asyik

Senin, 2 Juli 2018 11:34 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Dedi Mulyadi sebut #2019GantiPresiden membuat anti-Jokowi pilih Asyik Dedi Mulyadi. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Dedi Mulyadi membeberkan beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya perolehan suara bersama pasangannya Deddy Mizwar di Pilgub Jawa Barat. Aksi hastag #2019GantiPresiden, kata Dedi, salah satu yang menyebabkan kekalahan tersebut.

"Saya sudah sampaikan bahwa #2019GantiPresiden itu sangat mempengaruhi terhadap perolehan suara di pemilihan Gubernur Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi di DPP Partai Golkar, Jalan Angrek Nelly, Jakarta Barat, Senin (2/7).

Apalagi kata Dedi dengan adanya aksi paslon Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) yang menggunakan dan memamerkan baju #2019GantiPresiden saat debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, Senin (14/5) lalu. Aksi tersebut kata Dedi berpengaruh pada perolehan suara bersama Dedi Mizwar.

"Itu sangat mempengaruhi. Itu membuat gelombang yang menolak Presiden Pak Jokowi 2019 atau #2019GantiPresiden jadi bersatu. Berkumpul pada salah satu paslon. Yaitu paslon nomor tiga," kata Dedi.

Dedi menganggap elektabilitas Sudrajat - Ahmad Syaikhu tidak memiliki popularitas yang cukup tinggi. Tetapi setelah itu kata dia mengalami perubahan yang signifikan.

"Bayangkan, mohon maaf ya paslon yang sebelumnya tidak dianggap punya elektabiliti yang baik, tidak punya popularitas yang cukup tinggi dalam waktu cepat mengalami perubahan. Ini yang pertama kali di Indonesia. Itu tidak main-main," papar Dedi.

Padahal seminggu jelang pemilihan timnya sudah menebal kemenangan. Tetapi pihaknya tidak menduga adanya gerakan-gerakan masif seperti door to door yang diklaim digunakan pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu.

"Kita tidak menduga ada gerakan sangat luar biasa. dan gerakan itu masif pada isu. Tetapi pada aspek darat. Gerakan door to doornya itu berjalan," papar Dedi.

Dengan gerakan tersebut Dedi pun tidak berniat untuk melaporkan ke Bawaslu dan KPU. Dia pun sudah menerima siapa yang akan jadi pemimpin di Jawa Barat.

"Enggaklah, sudahlah kira politik ini akhiri saja. Kita terima pemimpin ini kita dukung," pungkas Dedi. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini