Datangi MA, Demokrat Pastikan Bukan Temui Hakim Agung Bahas Gugatan Kubu Moeldoko

Senin, 11 Oktober 2021 13:58 Reporter : Ahda Bayhaqi
Datangi MA, Demokrat Pastikan Bukan Temui Hakim Agung Bahas Gugatan Kubu Moeldoko Hamdan Zoelva diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Partai Demokrat akan menyambangi Mahkamah Agung siang ini. Kuasa hukum Partai Demokrat, Hamdan Zoelva, mengatakan kedatangannya bukan bertemu hakim agung. Hanya mengantarkan permohonan untuk menjadi pihak terkait dalam gugatan kubu Moeldoko terhadap AD/ART Partai Demokrat di MA.

"Ini tidak bertemu dengan hakim agung tapi secara resmi mengantarkan permohonan ini dan berkasnya secara lengkap ke Mahkamah Agung kenapa ini menjadi penting karena sekali lagi sebagai termohon intervensi maupun pihak terkait tidak dikenal di hukum acara di MA," ujar Hamdan saat konferensi pers, Senin (11/10).

Demokrat akan mengantarkan berkas permohonan menjadi pihak terkait karena objek gugatan kubu Moeldoko adalah AD/ART Partai Demokrat. Sehingga perlu memberikan keterangan dengan jelas sebagai pihak terkait.

"Karena ini hal yang sangat penting keterangan dan penjelasan partai Demokrat maka kami mengantarkan permohonan ini dan berkas ke Mahkamah Agung agar ini benar-benar menjadi perhatian bahwa keterangan Partai Demokrat menjadi sangat penting demi tegaknya hukum yang adil untuk tegaknya demokrasi di Indonesia," ujar Hamdan.

Menurutnya, Demokrat hanya akan menyambangi bagian administrasi di MA. Bukan bertemu dengan hakim agung. Hamdan mengatakan, sepenuhnya menyerahkan kewenangan kepada para hakim agung.

"Hanya akan diterima tentu bagian administrasi jadi hanya akan mengantarkan. Sekali lagi, tidak dalam upaya bertemu dengan para hakim agung. Karena itu itu kami serahkan sepenuhnya keputusan itu kepada MA berdasarkan kewenangan yang dimiliki," kata Hamdan.

Baca juga:
Hamdan Zoelva Sebut Uji Materi AD/ART Partai Demokrat Tindakan Tak Lazim
Hamdan Zoelva: Gugatan Kubu Moeldoko Bukan Terobosan, Tapi Upaya Menyimpangi Hukum
Moeldoko
Moeldoko
Demokrat Pantau Figur Potensial untuk Pilpres 2024
Demokrat Nilai Polarisasi di Masyarakat Terjadi Jika Hanya Dua Capres yang Bertarung
Yusril Vs Hamdan Zoelva dalam Kemelut Demokrat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini