Cerita Marzuki Alie Soal SBY Bilang Mega Kecolongan Bikin Panas PDIP

Kamis, 18 Februari 2021 14:42 Reporter : Ahda Bayhaqi
Cerita Marzuki Alie Soal SBY Bilang Mega Kecolongan Bikin Panas PDIP sby mega. rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - PDI Perjuangan dan Demokrat sedang panas. Penyebabnya, pengakuan mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie. Marzuki menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menyatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dua kali kecolongan saat Pilpres.

Marzuki bercerita saat berbincang dengan eks politikus Partai NasDem Akbar Faisal dalam kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored. Merdeka.com menghubungi Marzuki untuk mengonfirmasi cerita tersebut.

Tapi, Marzuki menolak bercerita. Mengenai kebenaran cerita itu, Marzuki mempersilakan agar melihat saja tayangan wawancara dengan Akbar Faisal di YouTube.

Dalam wawancara, awalnya Marzuki menanggapi tuduhan terlibat isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia pun bercerita pernah menjadi orang yang dipercaya SBY.

Pada 2004, Marzuki orang yang pertama kali diberitahu SBY akan maju dalam Pilpres dengan menggandeng Jusuf Kalla. Marzuki diundang SBY bertemu di suatu hotel Sheraton Bandara. Ia pikir akan digelar rapat karena Demokrat baru saja dinyatakan lolos Pileg.

"Rupanya yang datang SBY sendiri. Saya kaget. Rupanya dalam bicara itu beliau menyampaikan, oke kita sudah lolos, karena sebelumnya saya ikut dalam kampanye saya sering bicara di tim kampanye. Pak SBY tahu persis kerjaan saya. SBY menyampaikan 'saya akan berpasangan dengan pak JK'," kata Marzuki dikutip Kamis (18/2).

Menurut pengakuan Marzuki, SBY saat itu bilang bahwa Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali. Pertama, karena SBY mundur dari kursi Menkopolhukam kabinet gotong royong untuk maju menjadi capres. Kedua adalah kecolongan karena Jusuf Kalla maju bersama SBY di Pilpres sebagai cawapres. JK saat itu juga menjabat Menko Kesra kabinet gotong royong.

"Ini bu Mega akan kecolongan dua kali. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia ambil pak JK," Marzuki menceritakan.

Mantan Ketua DPR RI ini kembali ditanya Akbar Faisal dalam wawancara tersebut tentang makna kecolongan dua kali itu. Marzuki tak ingin membahas lebih lanjut. Ia hanya mengulang pernyataan SBY saat itu.

"Kalimatnya diucapkan seperti itu saya menangkap ucapan apa adanya saja saya tidak mau nambah tidak mau ngurang, saya tidak mau lihat latar belakang dimana kenapa, nanti saya salah mengartikan," kata Marzuki.

Pernyataan Marzuki itu menjadi bahan sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam siaran pers kemarin, Hasto mengatakan pernyataan itu menjadi bukti bahwa SBY dizalimi Mega keliru. SBY justru menzalimi diri sendiri demi politik pencitraan.

Membalas pernyataan tersebut, Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Arief menilai pernyataan tersebut hantu karena hanya karangan bebas.

"Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuat release menanggapi statement hantu Pak Marzuki Alie. Kenapa hantu, karena Marzuki mengarang bebas," kata Andi melalui akun Twitternya, dikutip Kamis (18/2).

Baca Selanjutnya: Hasto mengatakan telah terbukti Susilo...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini