Cerita dua kali SBY walkout, saat di stadion dan Monas

Selasa, 25 September 2018 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Cerita dua kali SBY walkout, saat di stadion dan Monas SBY pidato di Peringatan HUT ke-17 Partai Demokrat. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dua kali meninggalkan acara penting yang dihadirinya. SBY walkout sebagai bentuk kecewa lantaran acara tersebut di luar yang diharapkannya.

Aksi Presiden RI ke 6 ini menjadi sorotan berbagai kalangan. Banyak yang memaklumi, tak sedikit juga menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Berikut ulasan SBY saat walkout di dua acara:

1 dari 3 halaman

Walkout dari Stadion Gelora Bung Karno

Blusukan SBY. ©2013 Merdeka.com/Yulistyo Pratomo

Beberapa tahun silam, SBY pernah walkout sebelum acara selesai. Kala itu dia menyaksikan pertandingan laga lanjutan Kualifikasi Grup E Piala Dunia 2014 Zona Asia antara Indonesia dan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun di tengah pertandingan babak ke dua, suporter Timnas menyalakan petasan ke lapangan. Tentunya ulah suporter ini membuat geram SBY sehingga meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai.

SBY marah dan kecewa lantaran masih ada aksi suporter seperti itu. SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden menegur Kapolri karena petasan bisa lolos masuk ke stadion. "Ini sangat mengejutkan Presiden, itu terjadi di beberapa titik dan tempat. Ini sangat mengejutkan Presiden," kata Juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Rabu 7 September 2011.

2 dari 3 halaman

Saat deklarasi kampanye damai di Monas

sby naik golf car di deklarasi kampanye damai KPU. ©2018 Merdeka.com/twitter @sohibAHY

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih walkout dari acara Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Monas Jakarta Pusat, Minggu (23/9) lalu. SBY protes lantaran banyaknya pelanggaran dalam acara kampanye damai ini.

Pelanggaran yang dimaksud SBY salah satunya yaitu adanya atribut partai politik yang dibawa massa pendukung. Padahal telah disepakati bahwa dalam kampanye damai tidak diperbolehkan membawa atribut partai serta diwajibkan memakai pakaian adat.

"Partai Demokrat, juga Pak SBY protes keras terhadap KPU dalam rangka deklarasi ini, tadi teman-teman melihat Pak SBY hadir, tadi malam saya menelepon Ketua KPU, Pak SBY akan hadir, tapi baru kira-kira lima menit tadi ikut deviley itu, beliau turun dan walk out meninggalkan barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati awalnya," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, di Lapangan Monas Jakarta, Minggu (23/9).

3 dari 3 halaman

Teriakan pendukung Jokowi

Kampanye Damai Pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com

Rupanya bukan hanya banyak atribut politik yang dibawa massa pendukung bikin SBY walkout, namun teriakan para pendukung Jokowi juga menjadi pemicu Ketua Umum Partai Demokrat itu meninggalkan acara.

Wasekjen Demokrat Andi Arief mengatakan, para massa pendukung Jokowi itu minta rombongan SBY ikut dukung Jokowi. Saat itu SBY tengah naik mobil golf bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PAN Eddy Soeparno. Hadir pula Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono di mobil itu.

"Projo memprovokasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. Waktu mobil karnaval pak SBY lewat, relawan Projo teriak-teriak, 'bang dukung Jokowi' dan merangsek mendekat ke rombongan SBY. Sudah keterlaluan," tulis Andi di Twitternya. [has]

Baca juga:
Bawaslu minta alasan SBY walk out dari Deklarasi Kampanye Damai diperiksa
Aksi walk out SBY membuat seolah kubu Jokowi tidak fair
Prabowo sempat tanya Sandiaga: Pak SBY dimana ya?
Prabowo soal walk out: SBY penuh perhitungan, teliti dan tertib
SBY walk out, Sandiaga juga mengaku diprovokasi pendukung Jokowi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini