Rekam Jejak Ketua DPR Baru (1)

Cerita 6 Jam kantor Setya digeledah KPK, terkait korupsi PON

Kamis, 2 Oktober 2014 12:28 Reporter : Ramadhian Fadillah
Cerita 6 Jam kantor Setya digeledah KPK, terkait korupsi PON Ruangan Setya Novanto digeledah KPK. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Setya Novanto resmi terpilih sebagai Ketua DPR periode 2014-2019. Politikus Partai Golkar ini bulat diusung pendukung koalisi Merah Putih.

Setya Novanto pernah beberapa kali diperiksa sebagai saksi di KPK maupun pengadilan tindak pidana korupsi. Namun koalisi Merah Putih mengaku tak bisa menolak Setya karena dia yang diusung Golkar.

Kasus yang menyangkut Bendahara Umum Partai Golkar tersebut adalah kasus suap terkait pembangunan lanjutan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII dengan tersangka mantan Gubernur Riau Rusli Zainal.

KPK pada 19 Maret 2013 pernah menggeledah ruang kerja Setya Novanto dan ruang anggota Fraksi Golkar Kahar Muzakir.

Peristiwa itu terjadi 19 Maret 2013 lalu. Lebih dari enam jam tim KPK menggeledah dan akhirnya membawa sejumlah berkas.

Nama dua politikus Partai Golkar tersebut disebut dalam kasus ini dalam sidang Pengadilan Tipikor Pekanbaru oleh mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas.

Dia mengaku menyerahkan uang 1.050.000 dolar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir sebagai langkah permintaan bantuan PON dari dana APBN Rp 290 miliar.

"Itu omongan orang di persidangan, bisa omong apa saja," kata Kahar menepis pengakuan Lukman.

Namun, Kahar mengaku memang menerima kedatangan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Lukman Abbas di lantai 12 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan. Namun, Kahar lupa tanggalnya. "Rusli Zainal itu Ketua DPD Golkar, saya terima di fraksi. Juga diperkenalkan kepala Dinas Pemuda dan Olahraganya," ujarnya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini