Catatan Megawati untuk Ibu Kota Baru: Kalau untuk Ruang Terbuka Ya Tak Boleh Berubah

Selasa, 27 Agustus 2019 16:24 Reporter : Merdeka
Catatan Megawati untuk Ibu Kota Baru: Kalau untuk Ruang Terbuka Ya Tak Boleh Berubah Kongres V PDIP di Bali. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan lokasi Ibu Kota baru berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di sebagian Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mengatakan, sekarang harus melihat jangka panjangnya. Apa yang dibutuhkan di Ibu Kota yang baru itu, dan jangan sampai seperti di Jakarta.

"Kalau menurut saya, memang sudah jangan dicampuri lagi seperti Jakarta," kata Megawati di Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, Selasa (27/8/2019).

Dia melihat dan mengenal bagaimana Jakarta itu tumbuh dan berkembang. Di mana, tak memiliki tata ruang yang baik sejak bertumbuh. Karena itu, Megawati meminta, untuk ibu kota baru, harus lebih diperhatikan masalah tersebut.

"Itu tata ruangnya memang ditentukan dengan baik. Artinya ditentukan dengan baik, artinya untuk jangka panjang. Jadi harus komit ya. Jadi kalau untuk ruang terbuka ya untuk terbuka, enggak boleh berubah. Kalau untuk pertanian ya pertanian," kata Megawati.

Dia melihat bagaimana Australia dengan Canberra-nya, kemudian Amerika Serikat dengan Washington DC. Menjadi kota sepi, karena memang untuk kawasan pemerintahan.

"Ini kan harus dijadikan sebuah pemikiran yang matang. Dan kita tahu kan Kaltim kaya dengan tambang, mineral. Lalu konsekuensi logisnya bagaimana. Ini juga akan, ini harus dibuat peraturan-peraturan yang mengikat. Sehingga tidak terganggu di masa yang akan datang. Ya ibu kota is ibu kota," ungkap Megawati.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini melihat, jika kembali ada pusat perekonomian di ibu kota, tak akan jauh berbeda dengan Jakarta. Sehingga, bukan lagi tepat atau tidak pindah ke sana.

"Follow up-nya seperti apa. Semuanya harus dilihat. Misalnya pengadaan air itu yang paling utama. Jadi menurut saya dulu Kalimantan itu tadah hujan. Itu air dari mana? Dan lain sebagainya. Itu semuanya kembali harus ada blue print," pungkasnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini