Catatan kritis buat Golkar yang tunjuk Bamsoet jadi ketua DPR

Senin, 15 Januari 2018 11:11 Reporter : Iqbal Fadil
Catatan kritis buat Golkar yang tunjuk Bamsoet jadi ketua DPR Bambang Soesatyo. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Akhirnya terjawab sudah sosok ketua DPR penerus kursi lowong yang ditinggalkan oleh Setya Novanto yang kini mendekam di tahanan KPK. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto resmi mengumumkan penunjukan Bambang Soesatyo di ruang Fraksi Golkar, Senin (15/1).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menjadi pilihan Golkar setelah sebelumnya beredar di publik sejumlah nama lain seperti Aziz Syamsuddin dan Agus Gumiwang. Peneliti Formappi Lucius Karus menilai, pilihan Partai Golkar pada sosok Bamsoet harus diakui merupakan keputusan yang berani.

"Dikatakan berani karena keputusan Golkar ini berbeda dari kecenderungan publik yang lebih menginginkan sosok pengganti Setnov mesti orang yang bersih dari masalah seputar isu pemberantasan korupsi," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (15/1).

Lucius menjelaskan, tidak hanya terkait dugaan keterlibatan pada kasus korupsi tertentu, tetapi juga sosok ketua DPR baru mestilah kader Golkar yang punya ketegasan sikap mengenai pemberantasan korupsi yang antara lain diwujudkan melalui dukungan penuh pada KPK sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi.

Dan sebagaimana diketahui, Bamsoet sendiri tercatat mendukung Pansus Angket KPK yang dinilai publik tak lebih sebagai instrumen DPR untuk melemahkan perlawanan terhadap korupsi yang dimotori KPK.

"Dengan tetap memilih Bamsoet, nampaknya Golkar dengan tahu dan mau mengambil sikap yang cenderung melawan aspirasi publik kebanyakan," tukasnya.

Dia menambahkan, keputusan Golkar itu juga sekaligus memunculkan pertanyaan terkait tagline 'Golkar Bersih' yang awalnya dinilai sebagai komitmen Golkar untuk tampil beda di bawah kepemimpinan Airlangga. "Dengan tetap memilih Bamsoet, tagline Golkar bersih itu memang nampaknya hanya semacam slogan politik saja. Dia bukan ikrar, apalagi semacam sumpah dari Golkar untuk dijalankan secara serius," cetus Lucius.

Bagi DPR, lanjut dia, penunjukan Bambang ini tentu saja tak banyak menjanjikan situasi fresh sama sekali. "Bahwa Ketua Golkar sekaligus mencopotnya dari keanggotaan Pansus Angket tak sedikitpun berarti bahwa sikap Golkar telah berubah terkait Pansus Angket. Demikian juga dengan sikap Bamsoet sendiri," ujarnya.

Lucius menegaskan, dengan demikian DPR dengan Ketua yang baru memang tak bisa banyak diharapkan. "Penunjukan Bambang mungkin akan bisa menjawab kepentingan politik antar fraksi di DPR, tetapi sebaliknya tak bermakna apa-apa bagi upaya DPR untuk memperbaiki kepercayaan publik atas DPR. Dengan begitu optimisme publik yang sempat muncul mengiringi langkah menjauh Novanto dari lingkup pimpinan DPR akhirnya kembali redup," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini