Catatan Evaluasi Pemilu 2019 Versi PDIP

Kamis, 9 Mei 2019 10:01 Reporter : Merdeka
Catatan Evaluasi Pemilu 2019 Versi PDIP PDI Perjuangan bicara Soal War Room. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan catatan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya memandang kualitas demokrasi meningkat dari Pemilu 2014 lalu. Menurutnya, tren itu ditunjukkan dengan partisipasi masyarakat datang ke TPS lebih tinggi.

"Meski banyak kekurangan di sana sini, tetapi dalam batas toleransi dan temuan-temuan yang terjadi dalam Pemilu 2014 lalu. Apa yang terjadi saat ini tetap menunjukkan kualitas demokrasi yang semakin meningkat. Partisipasi Pilpres mencapai diatas 80 persen dan partisipasi Pileg 78 persen," kata Hasto di Markas DPP PDIP, Jakarta, Rabu (8/5).

Dia menjelaskan, beberapa kekurangan yang terjadi dalam Pemilu 2019 bukan hal baru. Sebut saja ada warga tidak terdaftar dalam DPT, kertas suara kurang sampai kesalahan input data.

Meski demikian, Hasto menilai KPU dan Bawaslu jauh lebih responsif dan profesional dalam melakukan koreksi terhadap ketidaksempurnaan dan menunjukkan peningkatan kualitas. Contohnya KPU memperbaiki masalah DPT dengan terus memperbarui DPT.

"KPU dan Bawaslu bersikap sangat responsif," kata Hasto.

Pihaknya juga memberikan penghormatan dan rasa duka yang mendalam terhadap petugas KPPS yang meninggal dan sakit akibat kelelahan dalam menjalankan tugas. Data terakhir dari KPU, petugas KPSS yang meninggal berjumlah 440 orang.

"DPP PDIP telah memerintahkan jajaran tiga pilar partai yaitu, struktural partai, eksekutif dan legislatif partai itu memberikan perhatian yang sebaiknya. Karenanya ini menjadi bagian yang menjadi tugas evaluasi bersama," jelas Hasto.

Dia juga meminta para kontestan Pemilu 2019 agar berhati-hati dalam menyampaikan tudingan kecurangan. Dia menyarankan pihak yang tak puas atau menemukan kecurangan agar menempuh jalur hukum sesuai UU.

"Sekali lagi kami tahapan pemilu yang demokratis sudah berjalan dengan jujur, dan adil maka tidak akan mungkin mereka-mereka yang berdemokrasi, pada akhirnya bisa melihat bahwa rakyatlah yang menjadi penentu pemilu itu sendiri," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini