Cara caleg biar dipilih, dari super hero sampai ngaku jomblo

Kamis, 12 Desember 2013 06:01 Reporter : Mardani
Cara caleg biar dipilih, dari super hero sampai ngaku jomblo Caleg bak Captain America. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemilu 2014 sudah di depan mata. Masing-masing parpol melancarkan strateginya untuk meraih kemenangan agar bisa berkuasa di parlemen.

Pun demikian dengan para calon anggota legislatif (caleg) dari masing-masing parpol. Selain dituntut parpol masing-masing untuk menggenjot perolehan suara parpol, mereka juga tentu ingin duduk di kursi parlemen.

Namun, sistem Pemilu langsung telah menciptakan iklim kompetitif bagi masing-masing caleg baik di parpol yang sama maupun berbeda di sebuah dapil. Mereka yang mendapat suara terbanyak di dapil akan melenggang ke kursi parlemen.

Alhasil, berbagai cara pun ditempuh oleh para caleg agar bisa meraih simpati pemilih agar bisa dipilih. Namun tak semua marketing politik yang ditempuh para caleg tersebut disampaikan secara serius.

Marketing politik lucu dan unik melalui alat peraga (spanduk, baliho, selebaran) dan imbauan kepada warga pun dilakukan mereka demi menggaet pemilih. Bahkan ada di antara para caleg yang berlagak bak super hero. Hal itu tentu saja mengundang tawa dari warga yang melihatnya.

Di Belitung Timur, Bangka Belitung, seorang caleg Partai Demokrat, Radianta Alfiditri, berlagak bak Captain America. Di baliho-baliho yang dipasang di Kecamatan Manggar dan Simpang Renggiang, foto caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur Dapil I itu, dimodifikasi seperti memakai kostum Captain America. Foto itu pun tersebar dari ponsel ke ponsel dan media sosial, Minggu (27/10).

Dalam foto tersebut, tampak bagian dada Radianta diedit sehingga terlihat tegap. Di samping foto caleg nomor dua itu juga terlihat gambar perisai, senjata Captain America. Bedanya, jika perisai Captain America berlambang bintang lima, perisai Radianta berlogo bintang mercy, lambang Partai Demokrat.

Tak jauh berbeda dengan caleg 'Captain America', atribut dari salah seorang caleg Partai Hanura untuk DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga menarik perhatian publik. Sebab, caleg bernama Fikry Thoyeb itu, membuat sensasi pada atribut yang terpampang di tepi Jalan Masjid Jamik Banjarmasin.

Pada atribut caleg Hanura dengan nomor urut tujuh daerah pemilihan Banjarmasin Utara itu, terdapat tulisan 'Abah kadada, mama kadada, bini kadada dan anak kadada' (ayah, ibu, istri dan anak tidak ada).

Topik pilihan: Capres Jokowi | Konvensi Capres Demokrat

Kemudian bertuliskan, 'Status jomblo seumur hidup' dan 'tolong daku agar kada (tidak) masuk rumah sakit jiwa'. Selain itu, gambar yang bersangkutan pakai topi seperti panci.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Hanura Kalsel Mulyadi ketika dimintai komentar, berpendapat, sensasi tersebut setidaknya dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai pengakuan yang jujur diri yang bersangkutan.

Di sisi lain, bisa sebagai ekspresi dari bentuk protes atas keadaan perpolitikan di tanah air belakangan ini, terutama dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 di Kalsel.

Namun, menurut alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin itu, cara Fikry sebagaimana yang dia lakukan pada atributnya tersebut, wajar-wajar saja.

"Saya kira yang terpenting asal tidak melanggar peraturan, maka apa yang dilakukan caleg Hanura 'kota seribu sungai' Banjarmasin itu sah-sah saja dalam upaya menarik perhatian atau simpati pemilih," demikian kata Mulyadi seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/12).

Sementara Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel dalam diskusinya memperkirakan, tak menutup kemungkinan cara yang dilakukan Fikry Thoyeb itu berhasil mendulang suara pemilih, dan terpilih menjadi anggota DPRD Banjarmasin.

Beberapa warga masyarakat lainnya berpendapat, caleg Hanura untuk DPRD Kota Banjarmasin itu tergolong kreatif, karena melakukan sesuatu yang lain dari kebiasaan caleg pada umumnya.

Ada-ada saja strategi para caleg untuk meraih simpati warga agar bisa terpilih di Pemilu. [dan]

Baca juga:
KPU akan awasi perusahaan pemenang tender pengadaan logistik

Penawaran harga lelang jadi faktor utama penilaian KPU

KPU serahkan semua surat suara ke penyedia jasa

Ditanya soal cawapres, Jokowi pasrah dipasangkan sama siapa saja

Bikin surat suara, KPU butuh Rp 950 miliar

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemilu 2014
  3. Duel Caleg
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini