'Caleg Biayai Kampanye Sendiri dan Sumbernya Berpotensi Ilegal'

Jumat, 8 Februari 2019 13:16 Reporter : Yunita Amalia
'Caleg Biayai Kampanye Sendiri dan Sumbernya Berpotensi Ilegal' Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) August Mellaz meyakini politik uang pada Pileg 2019 masih terjadi. Kegiatan 'transaksi' suara itu dilakukan sebagai persaingan sesama calon di internal partai.

August mengatakan, terjadi kanibalisme oleh calon legislatif di internal. Tujuannya untuk meningkatkan popularitas si caleg ketimbang partai politik itu sendiri.

"Posisi yang muncul adalah personal vote adalah tujuan utama. Untuk dapat popularitas yang tinggi dia akan spending biaya sendiri, biaya kampanye sendiri. Dia bersaing dengan parpolnya sendiri," kata August di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Menurut August peran partai politik dalam pembiayaan bagi para kadernya yang mencalonkan diri sebagai legislator tidak maksimal mengingat partai politik saat ini banyak yang tidak bisa menerima atau mendatangkan sumbangan dari badan usaha. Oleh sebab itu, para caleg berjuang sendiri mendanai kegiatan kampanye mereka dan kebanyakan berpotensi dari sumber ilegal.

"Partai politik hanya sekedar lembaga, yang dia terima nominasi kemudian daftar caleg mereka ke KPU selebihnya lost. Kalau kita enggak aware ini ada wilayah luas aktornya berlomba-lomba, caleg membiayai kampanye dan sumbernya berpotensi sumber ilegal," tandasnya.

Ilegal yang dimaksud August yakni adanya permintaan timbal balik oleh sponsor terhadap caleg yang telah disokong dana kampanye. Hal ini dikatakan August sejatinya perlu menjadi sorotan publik yang saat ini dianggap terpaku hanya pada pemilihan Presiden saja. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini