Bupati Jombang dan Subang tertangkap KPK, cambukan keras untuk Golkar

Rabu, 14 Februari 2018 15:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bupati Jombang dan Subang tertangkap KPK, cambukan keras untuk Golkar Bupati Jombang Tersangka Suap. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Politikus Golkar Azis Syamsudin menyesalkan tertangkapnya dua kader partai Golkar yang maju sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Azis menyebut, ini sebagai cambukan keras bagi partainya untuk memperbaiki sistem dan sikap ke depan.

Dua kader Golkar itu adalah Bupati Subang Imas Aryumningsih dan Bupati Jombang Nyono Suharli wihandoko. Keduanya tertangkap tangan KPK.

"Ini merupakan cambukan keras untuk Golkar dan merupakan introspeksi ke depan bagi partai Golkar untuk memperbaiki sistem," kata Aziz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Azis mengklaim, sesungguhnya Golkar telah selektif terhadap bakal calon kepala daerah dengan menggunakan mekanisme uji kepatutan dan kelayakan. Namun, semua itu juga kembali ke integritas kader. Sebab, tak mungkin pihaknya mengontrol seluruh kader partai berlambang pohon beringin.

"Tentu selektif dalam memilih calon. Itu sudah melalui proses baik dari fit and proper test internal partai. Tapi kan lagi-lagi kita tidak bisa mengontrol seluruh kader partai atau calon kepala daerah," ucapnya.

Dia menegaskan, sebenarnya secara mekanisme pendidikan kepartaian, partai Golkar selalu menyampaikan dan memberikan doktrin pada kadernya. Termasuk slogan yang disampaikan Ketua umum Airlangga Hartato yakni Golkar Bersih. Untuk itu pihaknya tak memberi toleransi kepada kader kadernya yang melakukan korupsi.

"Golkar secara institusi tidak melegalkan dan tidak akan melakukan toleransi terhadap oknum-oknum dari partai yang melakukan tindak pidana korupsi," tuturnya.

Dia berharap kejadian ini bukan jebakan dalam rangka menjelang Pilkada. Tak hanya itu, Aziz juga meminta aparatur penegak hukum yakni KPK, Polri dan Kejaksaan untuk bisa menegakkan hukum secara objektif.

"Jangan karena agenda-agenda politik. Itu yang juga harus disampaikan di komisi III" ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini