Buntut kasus Pelindo, Komisi III DPR saling sindir saat rapat

Selasa, 8 September 2015 14:29 Reporter : Ferrika Lukmana Sari
Buntut kasus Pelindo, Komisi III DPR saling sindir saat rapat Ilustrasi DPR. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dicopotnya Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim dinilai erat kaitannya dengan penggeledahan kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane oleh Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah penggeledahan itu, Direktur Eksekutif PT Pelindo II, RJ Lino sempat menghubungi para menteri karena menolak adanya penggeledahan tersebut. Kemudian, ia meminta segera kasus penyelidikan pengadaan mobile crane dihentikan.

Kasus tersebut kian ramai diperbincangkan hingga Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakan rapat dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti berserta jajaran untuk mengklarifikasi hal tersebut pada Selasa Siang, (8/9) di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat.

Para anggota komisi III banyak menghujani pertanyaan kepada Kapolri tentang nama-nama pejabat yang berani membela RJ Lino sampai mengambil langkah untuk pencopotan Buwas. Politikus PDIP Junivers Gersang bertanya soal sosok RJ Lino yang dinilai berani menghubungi para menteri di pemerintahan Jokowi.

"RJ Lino siapa dengan arogan sampai melapor ke menteri. Beliau sempat menelepon Luhut Panjaitan tapi tidak diangkat, kenapa Kapolri diem. Kami berharap RJ Lino ditangkap," kata Junivers saat rapat dengar pendapat di Jakarta, Selasa (8/9).

Setelah RJ Lino berkoar-koar untuk melaporkan penggeledahan PT Pelindo II ke para Menteri. Dia merasakan keganjilan lantara Menteri BUMN Rini Soemarno langsung bereaksi dan menghubungi Kapolri melalui telepon.

Hal tersebut mengindikasikan kasus korupsi pengadaan mobile crane menyeret para pejabat tinggi negara. Sehingga mereka seakan menutupi dan ingin membungkam kasus tersebut.

"Intervensi Rini Soemarno sesuai informasi yang didapat. Ia menelepon Kapolri sesaat setelah penggeledahan. Padahal penggeledahan sudah izin pengadilan, Rini perlu diusut karena yang bersangkutan membela koruptor daripada penegak hukum," terangnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, politikus Golkar Bambang Soesatyo justru mengeluarkan guyonan dan menyindir Junivers seharusnya mengetahui RJ Lino dekat dengan Presiden Jokowi yang juga kader PDIP.

"Siapa sesungguhnya RJ Lino yang paling tahu Presiden, tanya aja ke Presiden. RJ Lino sampai berani mengintervensi Kapolri melalui Rini," kata Bambang yang menyudutkan Junivera dan ditanggapi peserta sidang dengan tawa.

Anggota Komisi III lainnya, Ruhut Sitompul langsung bereaksi ketika teman dekatnya disudutkan begitu saja. Ia justru kembali menyudutkan Bambang dengan gaya bercanda dan mengatakan orang dekat RJ Lino berasal dari internal Golkar.

"Yang banyak mengetahui Lino, ya, mantan ketua Golkar Jusuf Kalla. Coba hubungkanlah dengannya," jawabnya dengan senyum hingga membuat Bambang terdiam. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini