Bukan soal AHY, Demokrat ungkap keinginan SBY jika gabung Jokowi

Kamis, 26 Juli 2018 16:28 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bukan soal AHY, Demokrat ungkap keinginan SBY jika gabung Jokowi Pertemuan SBY dan Prabowo. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Politisi Demokrat Herman Khaeron menepis jika Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpaling dari gerbong parpol pendukung Joko Widodo karena putra pertamanya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak diterima menjadi cawapres Jokowi. Demokrat sendiri memang menjagokan AHY sebagai cawapres Demokrat.

Menurutnya, AHY bukan harga mati melainkan Demokrat ingin diajak duduk bersama untuk membahas visi dan misi koalisi Pilpres 2019.

"Jadi gini, ini kan banyak juga informasi yang kemudian membelokkan terhadap apa yang disampaikan oleh pak SBY. Artinya banyak rintangan dan halangan itu bukan persoalan ada negoisasi itu tidak itu. Pak SBY ingin bahwa koalisi itu didudukkan pada porsi yang tepat, membaca dulu visi dan misi koalisi itu kemana arahnya," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/7).

"Kemudian membaca situasi rakyat. Rakyat itu harapannya apa, sehingga ini harus menjadi komitmen koalisi. Setelah itu, baru kemudian ditentukan siapa capres dan cawapresnya," sambungnya.

Dia menuturkan, sudah berulang kali SBY menegaskan bukan harga mati untuk mengajukan AHY sebagai cawapres. Artinya peluang yang lebih penting adalah bagaimana merumuskan tentang visi misi, dan langkah langkah koalisi untuk memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap rasa keadilan, demokratisasi dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

"Nah ini yang ingin diletakkan. Sehingga kemudian pak SBY bertemu secara marathon dengan pak Prabowo (Ketum Gerindra), dengan pak Zulhas (Ketum PAN), nanti dengan pak Sohibul Iman (Ketum PKS), dan kemudian tidak perlu juga ada statement yang mendelegitimasi bahwa ini mundur dari perjanjian, tidak ada. Dan ini menjadi hak partai partai," tutur Khaeron.

"Mohon maaf gitu ya ke pak Romi (Ketum PPP), ke pak Ngabalin (Jubir politik Jokowi), artinya ini adalah menjadi hak partai partai untuk melakukan koalisi. Toh kita juga tidak pernah mengomentari atas koalisi yang dilakukan oleh pak Jokowi," tutupnya. [ded]

Baca juga:
PDIP minta Demokrat jangan salahkan pihak lain jika AHY tak jadi cawapres Jokowi
PDIP minta SBY bersaksi atas tragedi Kudatuli daripada sibuk bicara koalisi
Golkar yakin Mega tak tolak Demokrat berkoalisi: Mungkin pak SBY terlalu perasa ya
SBY
SBY

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini