Bukan partai, warga NU dibebaskan pilih Jokowi atau Prabowo

Rabu, 12 September 2018 14:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bukan partai, warga NU dibebaskan pilih Jokowi atau Prabowo Ketua PBNU Said Aqil Siradj. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Nahdlatul Ulama membebaskan warga Nahdliyin untuk mendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil menegaskan NU bukan partai politik sehingga tidak mengikat para Nahdliyin untuk mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

"NU itu sebenarnya organisasi keagamaan kemasyarakatan tidak bisa untuk mendukung itu, ada warga NU silahkan mau milih bebas mau nilih sesuai nuraninya masing-masing," kata Said di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Said pun membantah PBNU selama ini dengan tegas menyatakan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya hal itu tergantung pilihan partai politik dan calon masing-masing warga Nahdliyin.

Seperti halnya Yenny Wahid yang tengah dilobi kubu Prabowo-Sandiaga untuk masuk timses. Said menyatakan boleh secara pribadi memiliki sikap politik sendiri.

"Gini masalah dukung mendukung partai yang mendukungnya kan kalau massa NU ya silakan sesuai partai masing-masing," ucapnya.

Senada, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Helmy Faisal Zaini, menegaskan bahwa organisasi Islam terbesar itu tidak menyatakan secara resmi dukungan politik, seperti layaknya partai politik.

"Kami perlu tegaskan ulang NU organisasi kemasyarakatan, keagamaan bukan parpol jadi kalau ditanya soal dukungan politik secara resmi NU bukan parpol tapi secara informal kegiatan bersifat kultural," kata Helmy di kantornya.

Dia tak tegas menyatakan siapa yang bakal dipilih warga NU. Hanya saja, menurutnya mereka sudah lebih cerdas untuk menentukan pilihan politik.

"Warga NU sudah cerdas untuk memilih pemimpinnya," imbuhnya.

Helmy pun santai menanggapi kunjungan calon presiden Prabowo Subianto ke pesantren-pesantren di Jawa Timur. Menurutnya bebas-bebas saja Prabowo menemui para kiai di Jawa Timur.

Dia juga tak yakin dukungan Nahdliyin kepada Jokowi-Ma'ruf goyah karena ada manuver Prabowo-Sandiaga. Helmy menyebutkan soal demikian harus ditanyakan kepada pengamat.

"Waduh harus tanya ke pengamat politik," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini