Budi Waseso dicopot, Ruhut nyanyi panggung sandiwara depan Kapolri

Selasa, 8 September 2015 13:01 Reporter : Ferrika Lukmana Sari
Budi Waseso dicopot, Ruhut nyanyi panggung sandiwara depan Kapolri Ruhut Sitompul. ©2013 Merdeka.com/luthfi

Polisi harus mengembalikan marwahnya. Sebab, polisi belum berhasil menegakkan hukum


- Ruhut Sitompul

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul bernyanyi dalam rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di DPR. Ruhut mengkritik Badrodin yang menjawab normatif pertanyaan anggota DPR soal pergantian Komjen Pol Budi Waseso dari Kabareskrim.

Ruhut menyanyikan lagu Nicky Astria yang berjudul panggung sandiwara. Ruhut bernyanyi di depan puluhan anggota DPR yang ikut rapat Komisi III DPR.

Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

"Mengapa kita sandiwara Pak Kapolri. Sudahlah bernyanyi dengan suara emas saya. Kenapa menyanyikan itu, karena jawaban Pak Kapolri terlalu normatif," kata Ruhut, Selasa (8/9).

Ruhut menilai, pencopotan Budi Waseso sebagai bentuk sandiwara. Padahal, ia menilai sosok Buwas seperti Jenderal Hoegeng. Polisi yang dikenal atas kejujuran dan keberaniannya menegakkan hukum.

"Saya tadi malam bermimpi polisi Hoegeng, bagaimanapun di bidang reserse Budi Waseso adalah legenda yang banyak dicibir dan diberkati Tuhan. Dia berlian, saya angkat jempol kepadanya," terangnya.

Dia pun mengharapkan Kapolri beserta jajarannya untuk memperbaikan sistem penegakkan hukum di Tanah Air. Sebab, bukti tidak berjalannya penegakkan hukum Polri dengan adanya Komisi Pembertantasan Korupsi (KPK).

"Maksudnya Polisi harus mengembalikan marwahnya. Sebab, polisi belum berhasil menegakkan hukum sehingga berdirinya KPK," ungkapnya.

Setelah memberikan pernyataan itu, Ruhut kemudian tampak bercanda dengan Politikus Golkar Bambang Soesatyo yang sempat berkomentar bahwa orang terdekat dengan Dirut Pelindo II adalah Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Tak menerima pernyataan Bambang Soesatyo, Ruhut kemudian mengoloknya bahwa yang dekat dengan Lino justru Wakil Presiden Jusus Kalla (JK).

"Sempat Bambang Soesatyo tanya yang kenal RJ Lino adalah Jokowi, padahal yang lebih tahu mantan ketua Golkar, Jusuf Kalla," kata Ruhut yang membuat gelak tawa peserta sidang dan awak media.

Dia pun berencana membentuk panitia khusus (Pansus) Budi Waseso. Pansus tersebut bertujuan untuk memperjelas penyebab pencopotan Buwas.

"Bukan hanya Pansus Pelindo tapi ada pansus Buwas. Dia harusnya ada disini, kalau tidak ada. Mending saya tanya kepada rumput yang bergoyang," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini