Buang sial kisruh Golkar, Agung Laksono gelar ruwatan

Senin, 23 Maret 2015 07:03 Reporter : Efendi Ari Wibowo
Buang sial kisruh Golkar, Agung Laksono gelar ruwatan Ical dan Agung Laksono. ©2015 Facebook/Aburizal Bakrie

Merdeka.com - Kepengurusan Partai Golkar hasil munas Ancol telah diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah melalui konflik panjang. Mereka juga telah menyerahkan struktur kepengurusan yang dipimpin oleh Agung Laksono dan tinggal menunggu surat keputusan pengesahan oleh Menkum HAM Yasonna Laoly.

Namun, kisruh di tubuh partai berlambang beringin itu ternyata belum berakhir. Kubu Aburizal Bakrie (Ical) masih belum menerima lalu melakukan upaya hukum ke pengadilan dan Bareskrim Polri serta menggulirkan hak angket untuk Menkum HAM Yasonna.

Demi menghindari sial akibat kisruh yang tak berkesudahan itu, kubu Agung Laksono menggelar ruwatan. Mereka meminta Ki Manteb Soedarsono untuk bermain wayang kulit semalam suntuk di kantor DPP Partai Golkar. Diyakini, ruwatan tersebut dapat mengatasi atau menghindarkan segala kesulitan yang selama ini menyelimuti Golkar.

Berikut upaya buang sial Agung Laksono lewat ruwatan di markas Golkar, seperti dihimpun merdeka.com, Senin (23/3):

1 dari 4 halaman

Gelar ruwatan dan wayang kulit semalam suntuk

Ical dan Agung Laksono buka Mupimnas Kosgoro. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Partai Golkar kubu Agung Laksono bakal menggelar wayang kulit dan ruwatan di markasnya. Ki Manteb Soedarsono selaku dalang mengungkapkan ada dua inti pagelaran wayang yang bakal diselenggarakan nanti malam, yaitu untuk syukuran atas ulang tahun Agung Laksono ke-66 tahun dan membuang sial atas konflik internal.

"Besok itu syukuran Mas Agung Laksono. Kedua syukuran Partai Golkar. Terus yang diruwat siapa? Inikan masih gonjang ganjing, yang saya dalangi bukan gonjang-ganjingnya, tapi mohon supaya keadaan ini diberikan ketenteraman," jelasnya di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (22/3).

Menurutnya, ruwatan ini yang dibuang bukanlah seseorang, melainkan kerumitan yang tengah meliputi partai berwarna dasar kuning ini. Karena dampaknya membuat Partai Golkar tidak dapat melakukan sesuatu untuk bangsa dan negara.

"Ruwat itu untuk menghilangkan sialnya, bukan untuk menyingkirkan seseorang, demi Allah bukan seperti itu. Agama juga bisa, namanya bukan ruwat, tapi istigasah. Jadi yang dibuang sukerto (kotornya kelakuan), bukan kotoran," tegasnya.

2 dari 4 halaman

Sediakan angkringan gratis

Angkringan. ©matainginbicara.files.wordpress.com

Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan menyatakan telah menang dalam sengketa kepengurusan dalam partai beringin. Pihaknya bakal menggelar syukuran di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, untuk merayakan kemenangan itu.

"Persoalan yang terjadi selama ini hampir finish. Putusan Mahkamah Partai itu bersifat final dan binding, maka itu kami bersyukur," ujarnya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (22/3).

Dia menambahkan, dalam syukuran kali ini akan ada wayang kulit didalangi Ki Manteb Soedarsono. Selain itu juga akan ada bakti sosial dengan memberikan santunan kepada anak yatim.

"Kami juga akan menyuguhkan angkringan yang berisi berbagai macam makanan khas jawa untuk masyarakat dan warga yang tinggal di sekitar DPP," tutup dia.

3 dari 4 halaman

Undang Jusuf Kalla, Habibie, Ical, dan Akbar Tandjung

Jusuf Kalla. ©2014 Merdeka.com

Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan mengatakan kader partai beringin telah bersatu kembali. Mereka tidak lagi merasa terbelah dalam dua kubu yang saling berlawanan dan siap menghadapi pilkada serentak.

"Mereka bergembira sekali, ada suatu kesyukuran di mana mereka bisa ikut pilkada. Badai sudah berlalu yang ada kedamaian umat," kata leo Nababan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (22/3).

Dia menambahkan, Aburizal Bakrie (Ical) bakal diundang dalam acar ruwatan dan syukuran di markas Partai Golkar. Tak hanya Ical, Agung Laksono juga mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Presiden BJ Habibie, dan Politikus Senior Golkar, Akbar Tandjung.

"Tidak ada kubu-kubuan lagi, semua saudara, Bapak Aburizal diundang kami semua bersaudara. The game is over. Partai lain tidak perlu ikut lagi (campur tangan), karena ini ruwatan dari rakyat untuk rakyat," pungkas dia.

4 dari 4 halaman

Pagelaran wayang kulit dipimpin dalang setan

Ki Manteb Sudarsono. ©blogspot.com

Dalang kondang Ki Manteb Soedarsono mengaku dirinya kerap diminta menggelar wayang kulit di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Bahkan, dia sudah mulai wayangan di kantor partai berlambang beringin semenjak Orde Baru.

"Saya itu dulu sering ndalang di sini, sejak masa almarhum Darmono, Wahono dan Harmoko. Nah, sekarang sudah waktunya wayang kembali ke Slipi," ujarnya di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (22/3).

Seniman yang dijuluki dalang setan ini menegaskan pernyataannya itu bukan berarti dirinya merupakan kader Golkar. Wayang dinilainya adalah warisan kebudayaan dunia yang siapa pun boleh menikmati.

"Dalang itu bukan punya siapa-siapa tetapi milik Indonesia. Mau saya diundang Golkar, PDIP, Demokrat, PKB, NasDem, saya hadir," tegasnya. [efd]

Baca juga:
Kubu Ancol klaim kader Golkar satu komando di bawah Agung Laksono
Ki Manteb bakal pimpin wayangan semalam suntuk di markas Gokar
Gelar ruwatan, Agung Laksono undang Jusuf Kalla dan Ical
Disahkan Kemenkum HAM bakal jadi kado terindah ultah Agung Laksono
Kalahkan kubu Ical, Agung gelar wayang kulit dan angkringan gratis
Gelar wayang kulit, Golkar kubu Agung ruwatan buang sial

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini