BPN Jawab Tudingan Jokowi soal Propaganda a la Rusia: Kampanye Hitam Tak Berkah

Senin, 4 Februari 2019 11:12 Reporter : Dedi Rahmadi
BPN Jawab Tudingan Jokowi soal Propaganda a la Rusia: Kampanye Hitam Tak Berkah Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi membalas tudingan bahwa dirinya merupakan antek asing. Jokowi mengatakan kelompok yang menuding dirinya antek asing malah menggunakan konsultan asing. Dan orang yang membolak-balikan fakta adalah pihak yang menggunakan propaganda Rusia.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mempertanyakan maksud ucapan Jokowi soal kelompok yang mengunakan konsultan asing.

"Tentang tudingan propaganda ala Rusia, timses mana yang Pak Jokowi maksud? Kalau dari BPN 02 dipastikan tidak ada. Kami belum pernah mendengar itu dan dipastikan Prabowo-Sandi tidak setuju propaganda ala Rusia atau apalah namanya," tegas Wakil Ketua BPN dan juga Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, Senin (4/2).

Priyo menegaskan, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga selalu mengedepankan kampanye yang santun dan sesuai aturan. Prabowo-Sandiaga tidak setuju dengan kampanye hitam karena tidak berkah.

"Itu kampanye hitam yang tidak barokah. Beliau berdua selalu menggariskan model kampanye yang santun, senyum, terukur dan sesuai aturan. Mohon maaf tudingan itu sepertinya mengada-ada, kenapa tidak ditindak saja?" ujar dia.

Sebelumnya, Joko Widodo atau Jokowi menghadiri deklarasi sedulur kayu dan mebel (Sekabel) Jokowi, di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Ribuan pengusaha mebel dan kayu dari berbagai daerah di Indonesia hadir di acara ini.

Di hadapan pengusaha kayu, Jokowi mengungkit pihak-pihak yang menuding dirinya antek asing. "Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Enggak mempan antek asing, ganti lagi," kata Jokowi.

Dia mengatakan orang yang membolak-balikan fakta adalah pihak yang menggunakan propaganda Rusia. Yaitu dengan cara menyemburkan kebohongan, kedustaan sehingga masyarakat menjadi ragu.

"Memang teorinya seperti itu. Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut. Enggak peduli," kata Jokowi. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini