Black campaign dan negative campaign berbeda, tapi sama-sama merusak

Senin, 15 Oktober 2018 14:15 Reporter : Sania Mashabi
Black campaign dan negative campaign berbeda, tapi sama-sama merusak wasekjen hanura tridianto dan waketum hanura gede pasek. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman memperbolehkan kadernya untuk melakukan kampanye negatif di Pemilu 2019. Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika menilai, kampanye negatif tidak efektif jika diterapkan pada Pemilu 2019. Menurut dia yang terbaik adalah kampanye yang berkaitan dengan pemaparan program-program kerja.

"Black campaign adalah cara terburuk dan sangat merusak demokrasi. negative campaign pun tidak efektif dilakukan," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Senin (15/10).

"Yang bagus adalah berikan info sebanyak-banyak apa ide dan program sehingga rakyat akan menikmati pesta demokrasi," sambungnya.

Pasek menjelaskan, kampanye negatif dan kampanye hitam memiliki pengertian yang berbeda. Namun, lanjutnya, tetap memiliki sifat yang sama, yakni, merusak.

"Pemahaman black campaign dan negative campaign dua hal yang berbeda walau sifatnya sama sama destruktif," ungkapnya.

Sebelumnya, Sohibul Iman mempersilakan kadernya melakukan negative campaign atau kampanye negatif di Pemilu 2019 mendatang. Hal itu disampaikan saat Konsolidasi Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10).

"Saya mengatakan 80 persen kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign cukup 20 persen," kata Sohibul. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini