Bertemu Ketum Golkar, Presiden PKS Bahas Regenerasi Pemimpin Nasional 2024

Kamis, 29 April 2021 19:15 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bertemu Ketum Golkar, Presiden PKS Bahas Regenerasi Pemimpin Nasional 2024 Pertemuan PKS dengan Golkar. ©Humas DPP PKS

Merdeka.com - Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan jajaran DPP PKS bertandang ke kantor DPP Partai Golkar dalam Silaturahim Kebangsaan. Delegasi DPP PKS langsung disambut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan jajaran.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu usai pertemuan mengungkapkan jika pertemuan dua partai politik adalah bagian dari tugas partai politik dalam era demokrasi. Tugas partai politik, papar Syaikhu, adalah melahirkan regenerasi kepemimpinan nasional.

"Kami mengajak untuk sama-sama menjaga prinsip-prinsip negara demokrasi yang sehat. Salah satunya memastikan regenerasi kepemimpinan nasional harus tetap berjalan sesuai amanat konstitusi UUD Tahun 1945," ujar Syaikhu di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/4).

Syaikhu yakin dengan sehatnya partai politik maka akan sehat pula proses regenerasi kepemimpinan di masing-masing partai. Ia sangat yakin, Indonesia hari ini tidak pernah kekurangan stok kepemimpinan nasional.

"Kita meyakini negeri ini banyak stok pemimpin yang memiliki kredibilitas, kapasitas, dan akseptabilitas untuk memimpin bangsa ke depan, tidak terkecuali hadir dari kader-kader terbaik Golkar dan PKS," tegas Syaikhu.

Syaikhu juga berharap pada Pemilu 2024 nanti yang diketengahkan kepada publik adalah politik gagasan, bukan pembelahan. Semangat politik gagasan inilah yang melatarbelakangi PKS menggelar Silaturahim Kebangsaan dengan berbagai partai politik.

"Tidak kalah penting, memastikan kualitas pemilu 2024 dengan komitmen menghadirkan politik gagasan, bukan politik pembelahan. Kualitas demokrasi Indonesia harus dipastikan naik kelas menjadi demokrasi substansial, bukan sekadar demokrasi prosedural," ungkap Syaikhu.

PKS Bawa Ide Hapus Pajak STNK Motor Roda Dua

Dalam pertemuan itu, Syaikhu juga mengungkapkan salah satu isi pembicaraan adalah bersama-sama mencari solusi bagi kebangkitan ekonomi akibat Pandemi.

Syaikhu menegaskan, pandemi telah berdampak serius bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka para pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat miskin.

"Maka PKS mengusulkan agar diberlakukan beberapa insentif bagi masyarakat kelas menengah-bawah. Inilah momentumnya bagi negara agar meringankan beban rakyat," ungkap Syaikhu.

Pertama, PKS mengusulkan memberikan keringanan pajak bagi masyarakat menengah-bawah yang merupakan kelompok yang paling besar terdampak ekonomi, khususnya bagi pekerja, buruh, dan karyawan.

"Insentif pajak ini berupa pembebasan pajak STNK roda dua dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari 8 juta rupiah perbulan," papar dia.

Syaikhu menegaskan insentif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah akan memicu kenaikan konsumsi. Dengan begitu, ekonomi riil akan berputar dan menjadi penopang bagi bangkitnya ekonomi nasional.

"Insentif pajak ini sangat tepat sasaran karena menarget kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang menopang konsumsi masyarakat," papar Syaikhu.

Mendampingi Presiden PKS Ahmad Syaikhu adalah Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsy, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua DPP Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Kurniasih Mufidayati, Sekretaris BP3 Rahmat Zaidi, Wasekjen Rozaq Asyhhari, Wasekjen Sugeng Susilo, Ketua KSP Pipin Sopian, Wakil Kepala KSP Baidillah Barra, dan Tenaga KSP Iwan Kurniawan. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini