Hot Issue

Berebut Jokowi Effect

Selasa, 5 Juli 2022 07:03 Reporter : Alma Fikhasari
Berebut Jokowi Effect Jokowi di Pasar Gede Solo. ©Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

Merdeka.com - Ketokohan Joko Widodo (Jokowi) begitu kuat. Menyedot perhatian hampir seluruh masyarakat Indonesia. Setiap tindak tanduknya disorot media massa.

Kala itu, tahun 2012 seorang walikota Solo, sukses menjadi gubernur DKI Jakarta. Mengalahkan incumbent, Fauzi Bowo.

Sosoknya yang low profile, ndeso dan apa adanya. Membuat semua mata tertuju pada politikus PDIP tersebut. Hingga akhirnya, dia memenangkan Pilpres 2014. Mengalahkan Prabowo Subianto seorang jenderal TNI, yang berpasangan dengan Hatta Rajasa, besan presiden saat itu.

PDIP mendulang suara tinggi setelah mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Pada Pemilu 2014, PDIP keluar sebagai partai pemenang setelah 10 tahun berada di luar kekuasaan.

Survei Indikator Politik Indonesia mencatat. sosok Jokowi memengaruhi perolehan suara semua partai politik peserta pemilihan umum 2014.

Survei yang dilakukan Indikator Politik menunjukkan bila PDI Perjuangan mencapreskan Jokowi dan pemilih nasional mengetahui keputusan politik itu, maka perolehan suara PDI Perjuangan diprediksi mencapai 37,8 persen. Sementara, jika PDIP tak mengusung Jokowi, perolehan suara PDIP hanya 14,4 persen.

Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Waktu wawancara dilakukan 10-20 Oktober 2013.

Efek Jokowi masih berlanjut di Pemilu 2019. Survei Median mencatat. Faktor Jokowi memberikan kontribusi besar terhadap elektabilitas PDIP yang memperoleh 19,6 persen suara. 21 Persen pemilih PDIP karena sosok Jokowi.

"Sosok Megawati 2 persen, ada sosok Soekarno 1 persen, dan sosok Ganjar 0,5 persen," kata Direktur Eksekutif Media, Rico Marbun saat dihubungi merdeka.com.

Menurut Rico, efek Jokowi masih menjadi penentu elektabilitas Jokowi di Pemilu 2024.

"Secara konsisten dari data 2-3 bulan lalu suara PDIP masih bagus antara range dari 19-22 persen. Mayoritas sumbangan karena magnet elektoral dari Pak Jokowi kurang lebih 1/5 orang menyatakan memilih PDIP karena sosok Pak Jokowi," kata Rico.

Survei Median dilakukan 1-7 Maret 2022. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

2 dari 3 halaman

Efek Jokowi pada Capres 2024

SMRC mencatat, mereka yang memilih Jokowi di Pilpres 2019, trennya cenderung mengarahkan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Meskipun, ada juga pro Jokowi yang bergeser ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dari Mei 2021 hingga Maret 2022, selama empat kali survei, Ganjar merebut paling banyak pemilih Jokowi. Dari 32,8 persen di Mei 2021, sempat melonjak 40,6 persen di Desember 2021, dan terakhir 36,9 persen di Maret 2022.

Prabowo juga meraih efek Jokowi. Elektabilitas Prabowo mencapai 24,6 persen di Mei 2021. Turun jadi 22,4 di Desember 2021. Naik lagi menjadi 26,3 persen di Maret 2022.

Sementara, Anies juga meraih efek Jokowi. Elektabilitasnya menjadi 23,8 di Mei 2021. Pada bulan sebelumnya, 20,8 persen di Maret 2022.

"Jadi trennya, Ganjar selalu unggul. Kedua Prabowo. Sementara Anies cenderung statis," kata Saiful Mujani, Pendiri SMRC.

"Sekarang peperangan terjadi antara Prabowo dengan Ganjar. Antara Desember-Maret, Prabowo naik 4 persen. Dan Ganjar turun 4 persen," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, menyebut, suara Jokowi akan terbagi ke beberapa tokoh. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kalau figur yang lain secara umum suara Pak Jokowi terbagi-bagi. Yang paling besar tetap ada di Pak Ganjar. Ada juga di Mbak Puan, tapi masih tetap lebih besar Ganjar," kata Rico.

Peneliti Populi Center, Usep Saepul Ahyar punya analisa sendiri. Dia mengatakan, efek Jokowi akan berpengaruh terhadap tokoh yang dipilih sang presiden nantinya.

Dia mencontohkan, elektabilitas Ganjar melesat akhir-akhir ini. Setelah sang gubernur Jateng tersebut hadir di acara Projo dan disinggung oleh Jokowi.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi memiliki basis pemilih yang tergabung dalam para relawannya.Misalnya saja, Jokowi Mania, Jokpro, Projo dan masih banyak lagi. Dia meyakini, suara para relawan tersebut tidak bisa dianggap enteng.

Kemudian juga masyarakat yang merasa puas dengan kepemimpinannya Jokowi. Tercatat diangka 70 persen.

"Tentu orang-orang yang kriteria seperti ini loyal sekali sama Jokowi dan mengharapkan penerus dari Pak Jokowi yang memang meneruskan kiprah Pak Jokowi. Legacynya Pak Jokowi terutama program-program yang mungkin belum selesai dilaksanakan seperti IKN," ucapnya.

Menurutnya, Ganjar akan mendapatkan suara Jokowi terbanyak dibandingan dengan tokoh lainnya. Bahkan, Usep memprediksi hampir setengah dari suara Jokowi akan memilih Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024.

"Biasanya yang dianggap didukung oleh Pak Jokowi dan akan diikuti oleh pendukungnya biasanya terbagi kebeberapa dalam konteks ini ada Pak Ganjar dan Pak Prabowo," papar Usep.

"Tapi kemudian Pak Ganjar sebagai gubernur banyak mendukung kebijakan-kebijakan Pak Jokowi, tentu dalam hal ini masyarakat pendukung Pak Jokowi menganggap bahwa layak untuk meneruskan kepemimpinan Pak Jokowi dan mungkin sedikit banyak mereka merasa terjamin bahwa program-program Pak Jokowi akan diteruskan atau legesinya akan diteruskan," sambungnya. [rnd]

Baca juga:
Jokowi Kurban Sapi Ras Simmental di Aceh, Berat Mencapai 874 Kg
Kunjungi Ukraina-Rusia Demi Perdamaian, Jokowi Dinilai Pantas Raih Nobel
Jokowi Besok jadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun Bhayangkara di Semarang
Jokowi: Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Minggu Kedua atau Ketiga Juli Ini
Pemerintah: Pandemi Belum Usai, Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini