Benarkah klaim Ibas rakyat ingin SBY kembali jadi presiden?

Kamis, 10 September 2015 09:24 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Benarkah klaim Ibas rakyat ingin SBY kembali jadi presiden? Kampanye Demokrat di Sidoarjo. ©Rumgapres/Abror Rizki

Merdeka.com - Di tengah peringatan HUT ke-14 Partai Demokrat kemarin, ketua fraksi partai itu di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memuji sang ayah sekaligus ketua umum partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kebetulan berulang tahun di hari yang sama.

Di hadapan SBY dan kader Partai Demokrat yang lain, Ibas mengklaim banyak aspirasi dari rakyat yang rindu dan ingin kembali ke masa kepemimpinan SBY. Lewat aspirasi rakyat tersebut, putra bungsu SBY itu berharap partainya dapat lebih dicintai oleh rakyat.

"Banyak yang rindu dan bilang 'I want SBY back', begitu katanya. Dengan begitu semoga partai kita lebih dicintai rakyat, fraksi kita juga lebih dicintai rakyat dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja giat," klaim Ibas saat memberikan sambutan dalam acara peringatan hari ulang tahun Partai Demokrat ke-14 di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (9/9).

Menurut Ibas, partainya banyak mendapat masukan dan aspirasi bahwa kepemimpinan sekarang tak sesuai dengan ekspektasi rakyat.

"Ada silent majority yang mengatakan ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan dan dengan ekspektasi yang tinggi. Alhamdulillah bakti Pak SBY selama 10 tahun sudah dirasakan rakyat dengan konkret," imbuhnya.

Benarkah klaim Ibas bahwa banyak rakyat menginginkan SBY kembali menjadi presiden? Belum ada yang bisa memastikan, namun yang pasti dalam kesempatan itu, Ibas tidak menyebutkan data untuk mendukung klaimnya tersebut.

Misalnya saja, berapa banyak dari warga yang menginginkan SBY kembali menjadi presiden, dan sebaliknya, berapa banyak warga yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi sekarang. Butuh survei nasional untuk mendapat data ini.

Namun terlepas dari itu, SBY menyatakan dirinya bukanlah seorang calon presiden, sehingga bisa diharapkan kembali menjadi presiden. Sambil tersenyum, SBY mengatakan, dia adalah mantan presiden.

"Saya perlu klarifikasi, di sini banyak sahabat-sahabat saya, para insan pers. Di samping saya saat ini Ketua Umum Partai Demokrat, saya juga mantan presiden, bukan calon presiden," kata SBY disambut tawa seratusan kader Demokrat.

Dalam pidatonya itu, SBY berpesan kepada pada kader yang hadir, bahwa di hari ulang tahun partainya yang ke-14 ini merupakan sebuah momentum untuk berbenah diri. Oleh sebab itu, dia menginstruksikan kepada para kader yang duduk sebagai Kepala Daerah untuk mendukung seluruh program pemerintahan Joko Widodo yang berorientasi kepada kepentingan rakyat.

"Wajib hukumnya membantu penuh presiden," kata SBY.

Namun demikian, apabila program yang telah dibuat oleh pemerintahan Jokowi tidak berpihak pada kepentingan rakyat di tengah pertumbuhan ekonomi yang sedang bergejolak saat ini, dia meminta seluruh kadernya untuk tidak segan melontarkan kritik.

"Kritik tetapi dengan memberikan solusi dan rekomendasi kepada pemerintah," ujarnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini