Bela Prabowo, Sandiaga Sindir Media Massa yang Pemiliknya Masuk Timses Capres

Kamis, 6 Desember 2018 14:07 Reporter : Darmadi Sasongko
Bela Prabowo, Sandiaga Sindir Media Massa yang Pemiliknya Masuk Timses Capres Sandiaga Uno bertemu kiai kampung di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Calon Presiden nomor 02, Prabowo Subianto meluapkan kekesalannya kepada para jurnalis. Saat Prabowo kecewa terkait Reuni 212 yang tidak banyak diliputi oleh media besar.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno membela Prabowo. Menurutnya, ungkapan Prabowo sebagai kritikan. Agar media massa mengutamakan keseimbangan dalam pemberitaan.

"Pak Prabowo menyampaikan kritik pada kita semua, bukan hanya kepada media, kepada kita semua pada elit terutama. Karena masyarakat membutuhkan berita yang balance, berita yang betul-betul cover both side, yang betul-betul mempersatukan semangat persatuan ukhuwah kita," ungkapnya di Kota Malang, Kamis (6/12).

Menurutnya, reuni aksi 212 sebagai test point pemberitaan media massa. Dia memuji TVOne dan Republika yang sangat berimbang dalam liputan, dengan memandang dari dua sisi.

Sandiaga menuturkan, Prabowo ingin agar media menjadi pilar demokrasi dan tidak kehilangan objektivitas sebagai fungsi utama. Kritik itu diharapkan menjadi masukan yang membangun bagi semua pihak.

"Nanti kalau ada even-even berikutnya, menuju Pilpres 17 April 2019, jangan media tidak objektif memberitakan. Kita tentunya ambil makna positif, jangan negatifnya," katanya.

Sandiaga memahami kerja jurnalis yang hanya bertugas melaporkan kejadian yang dilihat dan didengar. Selanjutnya menjadi tugas redaksi untuk memutuskan tayang atau tidaknya.

"Tidak musuhan lah, Pak Prabowo itu sayang anak-anak muda. Kalian kan sebenarnya ingin memberitakan, tapi kan tentunya kebijakan dari pimpinan, cari headline mana yang naik, mana yang tidak. Itu kan bukan kuasa Anda, para wartawan," katanya.

Sandiaga menyindir media yang terafiliasi dengan penguasa. Dia menyoroti kebijakan media milik sejumlah pengusaha besar yang aktif sebagai tim pemenangan pasangan calon tertentu.

"Wartawan menulis melaporkan, kebijakan media itu yang harus menjadi auto kritik. Karena media dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar yang aktif di pemenangan paslon tentu, dan ini yang harus menjadi salah satu koreksi buat kita. Pemberitaan media dan kekuasaan itu yang menjadi sangat penting ke depan," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini