Beda dengan PKS, Interupsi Demokrat soal RKUHP Diberi Pujian & Tepuk Tangan

Selasa, 6 Desember 2022 13:22 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Beda dengan PKS, Interupsi Demokrat soal RKUHP Diberi Pujian & Tepuk Tangan Rapat Paripurna DPR. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Fraksi Partai Demokrat turut interupsi dalam momen pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dalam Rapat Paripurna. Berbeda dengan PKS, anggota dewan memberikan tepuk tangan atas penyampaian catatan dari Fraksi Demokrat.

Sebelumnya, Anggota DPR Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis terlihat cekcok dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat menyampaikan catatannya terhadap RUU KUHP. Bahkan, Iskan sampai menggebrak meja dan meninggalkan ruangan.

Momen itu terjadi di tengah rapat paripurna di Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12). Rapat itu dipimpin Sufmi Dasco Ahmad.

Penyampaian catatan Fraksi Demokrat terhadap RUU KUHP disampaikan oleh Santoso. Anggota Komisi III DPR itu mengingatkan agar RUU KUHP tidak digunakan untuk mengkriminalisasi masyarakat.

"Kami dari Fraksi Partai Demokrat pada dasarnya mendukung penuh semangat pembaruan hukum pidana melalui rekodifikasi sebagai produk warisan kolonial Belanda," kata Santoso di tengah rapat paripurna.

"Namun penting untuk diingat bahwa semangat dekolonialisasi ini jangan sampai mengkriminalisasi dan mereduksi hak-hak masyarakat," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Santoso meminta pemerintah harus mampu menjamin terpenuhinya hak masyarakat, terutama hak kebebasan berpendapat. Karena itu, perlindungan terhadap hak kepada seluruh masyarakat serta edukasi terhadap aparat menjadi PR utama yang harus diprioritaskan oleh pemerintah setelah pengesahan RUU KUHP ini.

"Demikian dari Fraksi Partai Demokrat, harapan rakyat perjuangan Demokrat," kata Santoso.

Di akhir penyampaiannya, para anggota dewan di rapat paripurna memberikan tepuk tangan. Dasco lalu memuji interupsi oleh Fraksi Demokrat yang sudah seperti selayaknya.

"Baik terima kasih kepada Fraksi Partai Demokrat yang telah menyampaikan catatan seperti selayaknya yang kita kasih pada kesempatan sidang paripurna hari ini. Untuk itu kami akan menanyakan kembali apakah Rancangan Kita Undang-Undang Hukum Pidana dapat disahkan menjadi undang-undang?" tanya Dasco yang dijawab 'setuju' oleh peserta rapat.

[ray]

Baca juga:
DPR Minta Masyarakat Tak Demo Tolak RKUHP: Kalau Tak Puas, Silakan Gugat ke MK
Panas Pengesahan RKUHP, Anggota Fraksi PKS Berdebat dengan Dasco sampai Gebrak Meja
Rapat Paripurna DPR Sahkan RKUHP jadi UU
RKUHP, PKS Desak Pasal Penghinaan Presiden Dihapus & Tegaskan Larangan LGBT

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini