Bawaslu temukan 90 kabupaten/kota rawan politik SARA di Pemilu 2019

Selasa, 25 September 2018 12:44 Reporter : Merdeka
Bawaslu temukan 90 kabupaten/kota rawan politik SARA di Pemilu 2019 Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memetakan sejumlah masalah yang diperkirakan terjadi saat memasuki masa kampanye Pemilu 2019 mendatang. Isu SARA, netralitas aparatur sipil negara (ASN), dan politik, diprediksi meningkat pada Pemilu 2019 nanti.

Selain itu, berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019, terdata ada 90 wilayah kabupaten/kota dengan tingkat kerawanan tinggi.

"Penggunaan ujaran kebencian dan politisasi SARA pada indeks rawan tinggi terdapat 90 Kabupaten/Kota dan indeks rawan sedang berjumlah 424 Kabupaten/Kota," tutur Afif di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (25/9).

Kemudian, lanjut Afif, terkait netralitas ASN diprediksi akan rawan di 94 kabupaten/kota di Indonesia yang indeks kerawanannya tinggi.

"Indeks rawan sedang berjumlah 420 Kabupaten/Kota," jelas dia.

Sedangkan untuk praktik politik uang terpantau masif di Pemilu 2019. "Pada indeks rawan tinggi praktik politik uang terdapat 176 Kabupaten/Kota dan indeks rawan sedang berjumlah 336 Kabupaten/Kota," ujar Afif.

Bawaslu menyatakan, akan berupaya keras mengantisipasi terwujudnya perolehan data tersebut. Sejauh ini, masih terbilang cukup waktu untuk menangani isu SARA, politik uang, termasuk netralitas ASN, TNI dan Polri saat Pemilu 2019.

"Penyelenggara Pemilu akan mengoptimalkan supervisi di bawahnya dan memastikan integritas dan profesionalitas dalam terselenggaranya Pileg dan Pilpres 2019," tegas Afif.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2019
  2. KPU
  3. Bawaslu
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini