Bawaslu Proses Dugaan Kampanye Menristekdikti di Universitas Brawijaya

Senin, 8 April 2019 17:02 Reporter : Sania Mashabi
Bawaslu Proses Dugaan Kampanye Menristekdikti di Universitas Brawijaya Muhammad Nasir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir diduga mengkampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Dugaan itu muncul saat kuliah umum tentang Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mohamad Afifudin mengatakan, pihaknya telah memproses adanya dugaan pelanggaran tersebut. Proses itu dilakukan berdasarkan kiriman video Nasir saat memberikan kuliah umum di Brawijaya yang diterima Bawaslu pada 28 Maret lalu.

"Diproses di Jawa Timur kan, lagi ditangani di Jawa Timur," katanya di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Diketahui, dalam kuliah umum di Universitas Brawijaya Nasir diduga melakukan kampanye pada mahasiswa pada 27 Maret 2019. Dalam kuliahnya Nasir meminta mahasiswa untuk mengakses barcode dilayar slide.

Namun ternyata barcode tersebut menuju ke sebuah website dengan hebatdikti.com/indeks.html. yang diduga di dalamnya memuat capaian-capaian Jokowi selama menjabat sebagai Presiden. Bahkan di website tersebut terdapat tagar 2019 pilih Jokowi. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini