Bawaslu Pesimis Angka Calon Tunggal di Pilkada 2020 Menurun

Rabu, 9 September 2020 21:08 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bawaslu Pesimis Angka Calon Tunggal di Pilkada 2020 Menurun Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Petalolo pesimis angka calon tunggal di Pilkada 2020 menurun. Saat ini pun Bawaslu mencatat ada 28 daerah yang berpotensi memunculkan bakal pasangan calon tunggal.

Di daerah tersebut pun diberi perpanjangan masa pendaftaran selama tiga hari. Namun, Dewi tetap pesimis angka 28 tersebut berkurang.

"Kami mungkin agak pesimis ya akan ada pengurangan dari angka yang sudah ada saat ini," kata Ratna dalam sebuah diskusi virtual 'oligarki parpol dan fenomena calon tunggal', Rabu (9/9).

Menurutnya, kehadiran pasangan calon tunggal ini adalah sebuah desain yang sangat luar biasa dari elite-elite partai politik. Sehingga semua dukungan mengarah kepada satu pasangan calon yang melahirkan pasangan calon tunggal.

Kemudian, mereka yang maju sebagai pasangan calon tunggal juga memiliki akses sumber daya yang besar baik uang maupun kekuasaan. Sehingga, figur tersebut bisa memborong dukungan atau rekomendasi partai politik untuk maju di Pilkada.

"Sehingga menutup ruang ruang dari pasangan calon lain untuk bisa melakukan akses yang sama dan kemudian bisa ikut di dalam kompetisi sebagai kontestan di pemilihan tahun 2020," ujar Ratna.

Ratna melanjutkan, di daerah yang terjadi calon tunggal juga rawan terjadi politik uang. Misalnya, untuk calon tunggal petahana bisa melakukan mobilisasi pemilih.

"Kemudian melakukan intimidasi, memanfaatkan sumber daya jabatan yang dimiliki baik fasilitas jabatan, anggaran, yang kemudian bisa digunakan untuk politik uang," tuturnya.

Meski keberadaan calon tunggal telah dinyatakan konstitusional, Ratna tetap berharap pemilihan pemimpin di suatu daerah tak cuma diikuti satu paslon saja yang melawan kotak kosong.

"Sejatinya kita berharap yang namanya kontestasi harusnya berhadap-hadapan antara pasangan calon dengan pasangan calon, tetapi bukan berhadap-hadapan antara pasangan calon dengan kotak kosong," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bawaslu
  3. Pilkada Serentak 2020
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini