KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bawaslu Jateng selidiki kampanye terselubung Bibit Waluyo

Jumat, 5 April 2013 02:27 Reporter : Parwito
kertas suara lipat. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bawaslu Kabupaten Wonosobo menindaklanjuti dugaan kampanye terselubung yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo pada Minggu, 24 maret 2013 lalu. Pasalnya, saat menghadiri sebuah acara Launcing Kebun Bibit Tentara (KBT) di Wonosobo terdapat beberapa orang yang mengenakan kaos bertuliskan "Ojolali!!! Bali n Deso mBangun Deso", di mana kalimat tersebut identik dengan slogan yang diusung Bibit untuk Pilgub Jawa Tengah yang akan dilaksanakan bulan Mei mendatang.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo juga mendapatkan temuan kampanye terselubung yang dilakukan pihak Bibit Waluyo.

"Dari hasil pemeriksaan klarifikasi tersebut terungkap bahwa Bupati Wonosobo marah pada panitia, karena pembawa acara yang dari TVRI Semarang menyampaikan bahwa Bapak Bupati Wonosobo juga mendukung Bibit Waluyo," ucap Teguh, dalam keterangan persnya, Kamis (4/4).

Teguh mengatakan, sejak awal, Bibit tidak diagendakan untuk menghadiri acara tersebut. "Namun, kedatangan Bibit diduga "ndompleng" acara Pemkab Wonosobo oleh Dishut Provinsi Jawa Tengah," papar Teguh.

Teguh menambahkan, terkait, banyaknya pengunjung yang mengenakan kaos bertuliskan slogan yang diusung Bibit dalam Pilgub Jateng tersebut, pihaknya pun merasa kecolongan. "Karena dalam undangan disebutkan, bahwa sejumlah panitia diharuskan mengenakan pakaian bebas dan sebagian juga harus mengenakan kaos sponsor Djarum seperti halnya yang dipakai semua Muspika di Wonosobo," papar Teguh.

Sementara itu, seiring hadirnya Bibit Waluyo dalam acara tersebut, turut hadir pula sejumlah personel TNI. Untuk itu, pihak Bawaslu pun tengah memeriksa hal tersebut.

"Hasil pemeriksaan diketahui bahwa acara tersebut tidak ada kaitannya dengan pencalonan Bibit Waluyo dalam Pilgub Jateng yang akan digelar bulan Mei mendatang," ucap Teguh lagi.

Saat itu, personel TNI hanya membantu Pemda Wonosobo untuk mengamankan jalannya acara lantaran dihadiri juga oleh sejumlah menteri.

"TNI hanya terlibat membantu kepolisian dan pembuatan helipad untuk pendaratan pesawat terbang menteri. TNI juga tidak tahu menahu soal setting acara dan pembagian kaos," tambah Teguh. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Jateng

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.