Banyak politisi tak pernah bicara agama tapi saat pilkada jadi agamais agar menang

Selasa, 30 Januari 2018 15:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Banyak politisi tak pernah bicara agama tapi saat pilkada jadi agamais agar menang Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut politisasi agama sering digunakan bagi para calon kepala daerah untuk berkampanye. Dia menilai, banyak bakal calon yang membawa isu agama ketika ingin maju pada masa pemilihan.

"Lihat politisi yang nyaris enggak pernah ngomongin agama tapi ketika masuk kontestasi pilkada dan segala macam, memakai simbol-simbol agama kemudian bahkan menjadikan agama sebagai komoditi untuk meraih kursi itu yang disebut dengan politisasi agama," kata Danhil di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Dirinya juga mengkritisi soal politik uang. Baginya, saat politisi melakukan politik uang secara masif demi meraih jabatan akan mudah melakukan politisasi agama dan menjadikan agama menjadi salah satu komoditi.

"Salah satunya adalah kalau ada politisi yang masih melakukan politik uang maka kami akan mendorong tausiah jabatan mereka itu haram, jabatan politisi yang jadi bupati, gubernur, walikota yang diperoleh dengan cara politik uang itu adalah jabatan haram," tutupnya.

Dia mencontohkan PP Muhammadiyah yang bernafaskan Islam dan selalu menyuarakan agama dengan instrumen untuk kehidupan, kebudayaan, ekonomi maupun politik. Baginya cara tersebut merupakan bingkai politik yang dilapisi nilai nilai agama. Beda halnya dengan politisasi.

"Enggak ada politisasi agama, kenapa? Karena kita memang ingin politik kita dibingkai pakai nilai-nilai agama. Tapi kalau kemudian agama hanya dijadikan komoditi untuk meraih kekuasaan itu baru politisasi agama," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini