Bambang Pacul Kecewa Rekamannya Soal Puan Cawapres dan Analogi Teh Botol Tersebar

Rabu, 9 Juni 2021 10:53 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Bambang Pacul Kecewa Rekamannya Soal Puan Cawapres dan Analogi Teh Botol Tersebar Bambang Wuryanto. ©2019 Merdeka.com/ahda bayhaqi

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul kecewa mendapati rekaman pembicaraannya dengan sejumlah wartawan tersebar. Dia mengakui rekaman suaranya tentang Puan Maharani sebagai Cawapres yang dianalogikan dengan Teh Botol.

"Sebagai pribadi tentu saya kecewa dengan tersebarnya percakapan ini, yang sejak awal sudah saya nyatakan bahwa apa yang saya akan nyatakan dalam pertemuan tersebut merupakan latar belakang tentang apa yang saya nyatakan secara resmi di depan publik," kata Pacul dalam keterangannya.

Dalam rekaman 3 menit 46 detik yang diduga diambil pasca-konsolidasi PDI Jateng yang tak mengundang Ganjar, di Semarang 22-23 Mei 2021 lalu itu, suara mirip Bambang Pacul menganalogikan Puan Maharani dengan iklan produk teh botol.

"Teh botol sosro, apapun makanannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya wakilnya PM (Puan Maharani)," dalam rekaman tersebut.

Menurutnya, rekaman itu merupakan pembicaraan bersama kolega yang dipercaya. Sifatnya juga bukan untuk pemberitaan. "Saya nyatakan Off The Record (OTR) tersebut, ternyata disebarluaskan," terangnya.

Pacul menjelaskan, saat itu dia dan sejumlah wartawan serta koleganya tengah berdiskusi. Namun, dia kecewa ada yang membocorkan rekaman diskusi off the record itu.

"Saya kecewa adalah ketidakmampuan teman-teman menjaga profesionalitas dan proporsionalitas sehingga terjadi hal yang mencoreng integritas teman-teman yang ada dalam diskusi itu," jelasnya.

Dia melanjutkan pembelaannya. Diskusi itu merupakan obrolan informal, maka wajar istilah yang dikeluarkan adalah analogi spontan. Sebab, sejak awal diskusi memang bukan untuk dipublikasikan.

"Jargon “Teh Botol Sosro” yang terlontar adalah termasuk dari wujud spontanitas, sebagai refleksi pemahaman dia sebagai orang lapangan, sebagai analogi untuk memudahkan pemahaman," kata Bambang.

Rekaman yang beredar menjadi bias dan distorsi pemahaman. Sebab, hanya potongan rekaman dan tidak menyeluruh.

"Meski kecewa, saya bisa menerima hal tersebut. Karena itu saya tidak berniat mengadukan ke Dewan Pers atau meminta hak-hak yang diatur dalam perundang-undangan," kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristianto ikut angkat bicara terkait rekaman Bambang Pacul. Hasto menceritakan, rekaman yang beredar itu terjadi di kantor PDI Perjuangan Jawa Tengah saat Bambang Pacul berbicara dengan wartawan. Hasto menjabarkan bahwa obrolan itu semestinya off the record namun justru ada yang membocorkannya.

Saat ditanya kebenaran strategi menjadikan Puan Maharani sebagai cawapres dengan capresnya siapapun yang diusung Bambang Pacul, Hasto membeberkan jika namanya capres dan cawapres mengemban tugas sangat penting secara ideologis. Dengan demikian, sambung Hasto harus dipersiapkan sebaik-baiknya.

"Partai melakukan langkah konsolidasi. Sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri dengan hak prerogatif mengambil keputusan maka seluruh jajaran partai bergerak, termasuk relawan. Karena relawan yang nantinya terafiliasi dengan partai PDIP terbentuk setelah ada calonnya. Dengan tentunya bekerja sama bersama partai (koalisi) yang lain," tegas Hasto, Sabtu (5/6). [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini