Bahas RUU Pesantren, Komisi VIII DPR Minta Masukan Pimpinan Ponpes se-Indonesia

Senin, 26 Agustus 2019 12:40 Reporter : Sania Mashabi
Bahas RUU Pesantren, Komisi VIII DPR Minta Masukan Pimpinan Ponpes se-Indonesia Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Komisi VIII DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan perwakilan pesantren dari beberapa daerah di Indonesia terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama. Dalam rapat itu para perwakilan pesantren menyampaikan usulan dan harapannya soal RUU Pesantren.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PKB Marwan Dasopang. Rapat dimulai sekitar pukul 10.45 WIB, Senin (26/8).

Perwakilan dari Forum Pondok Pesantren Jawa Barat Edy Komarudin berharap kehadiran RUU Pesantren bisa membuat masyarakat semakin mudah mengakses pendidikan di pesantren. Serta bisa menguatkan kehadiran pesantren.

"Saya menambahkan beberapa hal yang telah disampaikan kawan-kawan tadi UU Pesantren yang akan bisa menciptakan perluasan akses bisa mendorong warga masyarakat untuk dapat merasakan, menikmati pendidikan pesantren," ungkapnya.

Dia juga ingin ada peningkatan kualitas kiai serta bantuan peningkatan kualitas para santri. Terutama dalam hal penguasaan kitab.

"Peningkatan mutu terutama yang terkait dengan mutu santri kalau untuk Alquran kita punya lembaga tilawatil Quran," ucapnya.

Rapat juga dihadiri perwakilan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Forum Pondok Pesantren Jawa Barat; Pondok Pesantren Gontor, Pondok Pesantren Tebu Ireng, Pondok Pesantren Lirboyo dari Jawa Timur, serta Pondok Pesantren Musthowafiyah, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. RUU Pesantren
  3. DPR
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini