Asia Sentinel minta maaf, Demokrat tetap usut dugaan fitnah ke SBY

Kamis, 20 September 2018 07:03 Reporter : Fikri Faqih
Asia Sentinel minta maaf, Demokrat tetap usut dugaan fitnah ke SBY Tangkapan layar permintaa maaf Asia Sentinel kepada SBY. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrat menghargai permohonan maaf yang telah disampaikan media online berbasis di Hong Kong, Asia Sentinel kepada Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Dimana permohonan maaf ini terkait artikel investigasi konspirasi pada kasus Bank Century.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, tetap akan memberangkatkan tim ke tiga negara guna mengklarifikasi dan menyelesaikan permasalahan terkait artikel yang menyatakan SBY bersama 30 pejabat lain melakukan tindak pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun.

"Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hong Kong, Mauritius dan Amerika tetap jalan," katanya melalui pesan singkat, Kamis (20/9).

Dia menjelaskan, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan telah berada di Hong Kong. Selain itu, satu tim telah akan menuju Mauritius guna mengklarifikasi apakah ada gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung di sana.

"Ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum. Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan Dubes Indonesia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika," tegasnya.

Selain itu, Andi mengharapkan, Dewan Pers membantu mereka agar media-media yang telah mengutip artikel dari Asian Sentinel juga menyampaikan permohonan maaf. "Kita tetap berharap Dewan Pers membantu agar mengimbau media-media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel itu," tutupnya.

Untuk diketahui, artikel investigasi terkait pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun itu ditulis langsung oleh pendiri Asian Sentinel John Berthelsen berdasarkan laporan investigasi sebanyak 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauitius pekan lalu.

"Asia Sentinel ingin menarik kembali artikel yang terbit pada 10 September 2018 yang ditayangkan di situs tentang pemerintahan Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia," demikian isi permintaan maaf yang dikutip merdeka.com, dari situ asiasentinel.com, Rabu (19/9).

Dijelaskan juga, Asia Sentinel mengakui jika artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi John Berthelsen, secara tidak adil telah menyampaikan berbagai tuduhan terkait gugatan kasus century yang sedang berjalan.

"Kami mengakui bahwa kami tidak meminta konfirmasi terhadap nama-nama yang disebut dalam artikel itu. Artikel itu juga sangat sepihak dan telah melanggar praktik jurnalisme yang adil."

Sebagai tindak lanjut permintaan maaf, Asia Sentinel juga menyatakan telah mencabut artikel itu dari situs mereka. "Kami meminta maaf terhadap Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan pihak-pihak yang tersinggung atas artikel itu, termasuk kepada rakyat Indonesia. Kami sangat menyesalkan atas kerugian yang telah diakibatkan oleh tudingan itu."

"Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang secara luas dihormati sebagai negarawan di Asia." [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini