Asal Tak Mengajak Makar, PPP Nilai Demo Diskualifikasi Jokowi Hal Wajar

Kamis, 9 Mei 2019 14:34 Reporter : Hari Ariyanti
Asal Tak Mengajak Makar, PPP Nilai Demo Diskualifikasi Jokowi Hal Wajar arsul sani. ©2019 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Sejumlah tokoh seperti Eggi Sudjana dan Kivlan Zen memimpin demonstrasi menuntut agar KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai peserta Pemilu 2019. Sekjen PPP, Arsul Sani tak mempersoalkan demonstrasi tersebut asalkan tidak berisi ajakan makar.

"Kalau misalnya apa yang disampaikan Pak Kivlan hanya sekadar ekspresi dalam sebuah negara demokrasi, tidak disertai dengan tindakan-tindakan anarkis dan merusak dan telah diberitahukan pada polisi, itu hal biasa saja," jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).

Jika tuntutannya adalah diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf, Arsul mengatakan, ada aturannya dalam UU Pemilu. Diskualifikasi peserta Pemilu harus memenuhi syarat prosedural dan material. Jika syarat tersebut tak terpenuhi, maka diskualifikasi tak bisa dilakukan.

"Jadi prinsipnya sebagai sebuah ekspresi, aksi itu sepanjang tidak anarkis dan tidak merusak dan tidak mengajak masyarakat atau golongan tertentu untuk makar terhadap pemerintah, maka itu kita anggap sebagai ekspresi demokrasi biasa," pungkas Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini