Apa misi Hary Tanoe fasilitasi Setya Novanto bertemu Trump?

Jumat, 11 September 2015 08:31 Reporter : Marselinus Gual
Apa misi Hary Tanoe fasilitasi Setya Novanto bertemu Trump? Donlad Trump bersama Hary Tanoesoedibjo dan istrinya Liliana. ©blouinartinfo.com

Merdeka.com - Perjalanan dinas pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zon rupanya diselingi agenda lain yakni bertemu bakal calon presiden AS 2016 dari Partai Republik, Donald Trump. Menurut Anggota DPR Tantowi Yahya yang juga ikut dalam perjalanan dinas ke AS, pertemuan Fadli dan Setya dengan Donald Trump sebenarnya difasilitasi oleh Hary Tanoesoedibjo (HT).

Lalu apa misi HT memfasilitasi Setya Novanto bertemu Trump?

Tangan kanan HT, Arya Sinulingga menilai tak ada salahnya bos MNC Grup itu memperkenalkan Donald Trump dengan pimpinan DPR. Menurut dia, pertemuan itu merupakan bentuk kerja sama HT bersama Trump.

"Iya benar, memangnya kenapa? Itu Donald Trump mitranya HT, sudah kerja sama dengan HT," kata Arya ketika dihubungi, Kamis (10/9) kemarin.

Namun pertanyaan publik justru muncul dalam hal ini, kenapa keduanya menemui Trump dalam kunjungan resmi. Secara diplomatis Arya mengatakan, hal tersebut adalah lumrah sebab HT adalah politisi dan pengusaha.

"Terus kenapa? HT orang politik dan orang bisnis. Kita pertemuan dengan Donald Trump yang orang politik dan bisnis," papar dia.

Menurut dia, pertemuan Setya dan Fadli di kantor Donald Trump tak lain untuk membahas investasi dan memperkuat jaringan politik. "Mendorong investasi dan memperkuat jaringan politik," terang dia.

Namun ketika ditanya tentang kritik Setya dan Fadli yang hadir saat Donald Trump kampanye di depan pendukungnya, Arya menilai, itu tidak ada kaitannya dengan HT.

"Itu enggak urusan sama kita, itu kan sudah masing-masing," kata dia.

Ketika dihubungkan dengan dampak pertemuan dengan Trump yang terkenal rasis itu, Arya menilai, sosok Trump sebenarnya hal itu tidak ada hubungannya sama sekali. Pimpinan DPR hanya berlaku sebagai perwakilan HT untuk membahas masalah investasi dengan Trump.

"Buku Donald sudah baca? Ada enggak di Gramedia? Kita jadi mitra bisnis sudah lama, intinya adalah enggak ada masalah. Orang berteman dikenalkan. Ini bukan mau bisnis, ini sudah jadi mitranya. Kemarin biasa saja lah, enggak ada sesuatu yang aneh," jelas dia.

Arya pun tak masalah jika nantinya HT dipanggil ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk menjelaskan pertemuan pimpinan DPR dengan Donald Trump. "Silakan tidak masalah," tandas dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini