Apa kabar larangan ke luar negeri buat kader Gerindra di DPR?

Rabu, 9 September 2015 08:16 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Apa kabar larangan ke luar negeri buat kader Gerindra di DPR? Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©2015 AFP PHOTO

Merdeka.com - Kehadiran dua unsur pimpinan DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, dalam jumpa pers bakal capres AS, Donald Trump, sudah membuat heboh publik dalam negeri. Sebab, agenda lawatan mereka ke AS untuk menghadiri Konferensi Dunia IV Pimpinan Parlemen Dunia di markas PBB yang berlangsung 31 Agustus-2 September.

Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, lebih mendapat sorotan publik karena partainya pernah mengeluarkan larangan bagi kader di DPR untuk kunjungan ke luar negeri, meskipun dalam rangka tugas. Larangan itu bahkan langsung dikatakan pendiri partai, Prabowo Subianto, pada 2010.

"Saya sudah mengeluarkan instruksi, Fraksi Gerindra di DPR untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka apa pun, karena rakyat sedang kesusahan," tutur Prabowo sesaat sebelum Rapimnas Gerindra di Hotel Red Top, Jakarta, Oktober 2010 silam.

Prabowo bersikeras, meskipun ada program dari DPR yang mengharuskan anggotanya melaksanakan kunjungan luar negeri, dia tetap melarang. Jika melanggar, partai tidak segan-segan menjatuhkan sanksi atau minimal teguran.

"Itu tidak perlu dipertanyakan, kalau di AD ART kan ada teguran, surat teguran pertama, kedua, kita panggil ke majelis etik. Tapi tidak begitulah, kita kekeluargaan, disindir saja pun sudah ngerti," tegas Prabowo.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, ketimbang membuang uang rakyat dengan melakukan kunjungan ke luar negeri, lebih efisien mengundang ahli-ahli dari luar negeri untuk berbagi pengalaman.

"Harus tunduk pada garis partai, kita harus setia pada kehendak rakyat. Rakyat kita tidak suka wakilnya jalan-jalan ke luar negeri," kata dia.

Larangan ini pun berjalan efektif sampai masa-sama menjelang Pilpres 2014. Bahkan, pada Maret 2012, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir (2010-2012) tidak ada satu pun dari 26 kader Gerindra di DPR bepergian ke luar negeri menggunakan uang negara.

"Kalau ke luar negeri pakai uang negara akan dipecat. Ini instruksi pak Prabowo," tegas Martin.

Namun, kini setelah Pilpres 2014 berlalu, Partai Gerindra melonggarkan aturan tersebut buat kadernya yang menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Jika pada periode 2009-2014, Gerindra melarang anggotanya tanpa terkecuali, para periode yang baru, partai membolehkan kader kunjungan ke luar negeri dengan pertimbangan tertentu.

Martin mengatakan, kader diminta selektif untuk memilih kunjungan ke luar negeri. Menurut Martin, kunjungan Fadli Zon ke AS untuk menghadiri Konferensi Dunia IV Pimpinan Parlemen Dunia, termasuk yang diperbolehkan. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini