Anis Matta: Ide Poros Islam Hanya Memperdalam Pembelahan di Masyarakat

Jumat, 7 Mei 2021 16:58 Reporter : Ahda Bayhaqi
Anis Matta: Ide Poros Islam Hanya Memperdalam Pembelahan di Masyarakat Ketua Umum DPN Partai Gelora Anis Matta. ©Media Center DPN Partai Gelora Indonesia

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menolak ide koalisi poros Islam. Anis menilai, pembentukan poros Islam justru akan membuat masyarakat semakin terbelah.

"Menurut saya ada soal yang jauh lebih signifikan daripada sekadar ide poros islam. Ide ini menurut saya hanya akan memperdalam pembelahan yang sedang terjadi di masyarakat," kata Anis dalam diskusi Moya Institute bertajuk Prospek Islam dalam Kontestasi 2024 secara daring, Jumat (7/5).

Anis melihat saat ini sedang dalam krisis sistemik yang terjadi secara global dan nasional. Krisis ini mengakibatkan keterbelahan di masyarakat.

Elite politik dari kelompok Islam, tengah maupun kiri sedang dalam bingung menghadapi krisis ini.

"Di indonesia sedang mengalami pembelahan ini dan menurut saya pembelahan ini satu fenomena yang menunjukan elite kita sedang mengalami kebingungan akibat krisis sistemik ini. Kita alami krisis sistemik dan krisis leadership saya kira kebingungan ini ada di kelompok Islam, kelompok tengah dan kelompok kiri," kata Anis.

Pembentukan poros Islam bukan sebuah solusi masalah ini. Anis menilai, poros Islam bukan menyatukan tetapi justru akan membuat kelompok-kelompok kecil di masyarakat.

"Justru cara kita merespon dengan pembentukan poros islam membuat kita masuk konfrontasi yang merusak rumah besar bangunan Indonesia," kata Anis.

Seharusnya yang dilakukan elite adalah mencari satu hal yang menyatukan semua masyarakat. Seperti ketika masyarakat Indonesia bersatu menjelang hari kemerdekaan dulu.

"Jadi dari pengalaman masa lalu dan melihat konstelasi geopolitik yang dibutuhkan satu model blending politik baru yang berbasis pada pendalaman arah baru bagi negara kita. Saya ingin sebut arah sejarah baru. Situasinya mirip dengan situasi kita menjelang kemerdekaan kita perlu satu kata yang menyatukan kita," pungkas Anis. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini