Ani Yudhoyono: Demokrasi tidak selalu harus one man one vote

Rabu, 13 Mei 2015 14:05 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Ani Yudhoyono: Demokrasi tidak selalu harus one man one vote SBY hadiri Rapimnas IMDI. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono angkat bicara soal suaminya yang kembali jadi ketua umum Demokrat. Menurut dia, pemilihan yang berlangsung di Kongres IV Demokrat berjalan dengan baik.

"Dukungan para kader DPD dan DPC tentu saja semua demokratis dilakukan demokratis, Alhamdulillah demokratis," kata Ani di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (13/5).

Ani menilai, demokratis tidak harus selalu voting. Dia menyatakan bahwa musyawarah mufakat juga demokrasi yang baik.

"Demokratis tidak harus one man one vote, itu sebuah ajaran juga demokrasi musyawarah mufakat," tutur dia.

SBY kembali terpilih jadi ketua umum DPP Partai Demokrat periode 2015-2020. Salah satu pendiri partai ini terpilih dengan singkat secara aklamasi dan disetujui seluruh peserta Kongres IV di Surabaya.

Pimpinan sidang paripurna EE Mangindaan mengatakan bahwa pemilihan ketua umum dipercepat. Dia mengatakan, agenda diawali dengan pandangan 34 DPD terhadap calon tunggal SBY.

"34 DPD diminta naik semua ke podium. Sepakat diwakili dua orang menyampaikan pandangan umum," kata Mangindaan di Surabaya, Selasa (12/5).

Mangindaan menjelaskan, seluruh laporan DPD dan DPC menerima pertanggungjawaban Demokrat di bawah kepemimpinan SBY. Kedua, mereka juga setuju jika SBY kembali jabat sebagai ketua umum.

"Kami berkali-kali mengecek. Sempat diskors untuk bertanya pada beliau. Skors 10 menit," terang Mangindaan. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini