Anggota DPR Tolak Usul Peneliti LIPI Tunda Pemilu di Papua

Kamis, 13 Desember 2018 05:06 Reporter : Devi Veviani
Anggota DPR Tolak Usul Peneliti LIPI Tunda Pemilu di Papua Suku Papua nyoblos pilpres. ©AFP PHOTO/Liva Lazore

Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi menolak saran peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo untuk menunda Pemilu 2019 di Papua. Menurut Politikus PPP ini, jika ingin menunda Pemilu, cukup di daerah yang bermasalah saja.

"Jangan mengada-ada, menggeneralisir semua persoalan. Kalau misalkan yang tidak kondusifnya di kabupaten Nduga, ternyata di satu distrik. Ya kalau mau ditunda di distrik bermasalah, jangan mengorbankan distrik-distrik lain," kata Baidowi di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12).

Wasekjen PPP itu tidak setuju pemilu ditunda karena belum memasuki kategori force majeur. Namun ia juga tidak menganggap remeh pembunuhan yang terjadi kepada para pekerja Trans Papua.

"Force majeur seperti itu, apa bencana, kerusuhan, pokoknya yang membuat pemilu itu gagal. Tapi sekali lagi bukan menganggap remeh dari persoalan di Papua khususnya di kabupaten Nduga. Itu ulah dari KKB. Namanya KKB, itu kan bahaya tetapi itu di satu distrik saja tidak di semua kabupaten," ungkapnya.

Menurut Baidowi saran peneliti LIPI itu tidak ada urgensinya. Pemilu bagaimanapun harus tetap jalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Tidak ada. Kami lihat tidak ada. Pemilu harus tetap jalan. Ya, tidak kondusifnya dilihat dulu seperti apa. Papua kan seperti itu. Bahkan di Tolikara itu bakar-bakaran tapi Pilkada jalan," tegasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini