Anggota Banggar DPR: Alihkan Duit Infrastruktur Untuk Melawan Corona

Jumat, 20 Maret 2020 10:58 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Anggota Banggar DPR: Alihkan Duit Infrastruktur Untuk Melawan Corona mulyadi gerindra. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulyadi menilai, virus Corona Covid-19 berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan bangsa. Salah satunya masalah ekonomi Indonesia yang perlu segera dicarikan solusi.

Dia mencontohkan, bursa saham terus merosot, nilai tukar rupiah terus melemah, real sektor melambat. Selanjutnya, harga-harga bergerak naik, kegiatan sekolah, ibadah dan semua aktifitas harus menyesuaikan untuk mengurangi dampak penyebaran virus.

"Dan ini terus meningkat dengan semakin banyak warga negara yang jadi korban langsung harus dirawat bahkan yang meninggal dunia. Dimana rasio meninggalnya korban sangat besar di bandingkan bangsa lain," kata Mulyadi yang juga Anggota Dewan Pembina Gerindra ini kepada merdeka.com, Jumat (20/3).

Pakar Pasar Modal ini juga meminta, Pemerintah untuk duduk bersama dgn Pimpinan Lembaga Negara, khususnya DPR untuk memberikan kewenangan lebih luas guna mengatasi situasi saat ini. Terutama, lanjut dia, legitimasi dalam bentuk persetujuan anggaran yang dikonsentrasikan untuk mengatasi Covid-19 termasuk dampak lainnya.

"Misal dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur dan sektor lainnya untuk dialihkan pada penanganan wabah dan dampaknya, terutama untuk infrastruktur kesehatan, program dan SDMnya," jelas Anggota Komisi V DPR tersebut.

1 dari 2 halaman

Mulyadi juga mengusulkan, konsentrasi Pemerintah saat ini harus bergerak cepat dengan dukungan anggaran yang maksimal atas persetujuan DPR. Menjalankan program koordinasi dan mencari solusi terbaik untuk keluar dari masalah ini, terutama kesiapan SDM.

"Bisa saja mengerahkan mahasiswa mahasiswa kedokteran tahun terakhir, akademi kebidanan yang akan selesai masa pendidikannya dan pengadaan alat perlindungan diri untuk masyarakat dari bahaya penyebaran virus ini,seperti masker,ventilator dan sebagainya," tambah Mulyadi lagi.

Dia mengajak semua pihak berdoa bersama, agar musibah ini segera berlalu. Dia juga mengajak seluruh pihak percayakan sepenuhnya pada pemerintah untuk mengatasi musibah ini.

"Hal lain, ke depan jangan lagi orang yang di luar kepentingan bicara masalah penanganan Covid 19. Sehingga masyarakat tidak bingung karena informasi dan pendapat yang tidak tepat," tutup dia.

2 dari 2 halaman

Data Terkini Corona di Indonesia

Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3). Pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.

Setiap hari, Merdeka.com terus memantau perkembangan kasus virus Corona di Indonesia. Kami akan memperbaharui data terkini jumlah kasus virus Corona di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan kasus positif secara signifikan. "Sekarang terlaporkan kasus positif ada 309," ujar Yuri di kantor BNPB, Kamis (19/3).

Penambahan terbanyak dari DKI Jakarta. Peningkatan 52 kasus positif Corona menjadi 210 di Jakarta. Di Banten juga ada penambahan 10 kasus menjadi 27 kasus. DIY terjadi penambahan dua kasus menjadi lima kasus. Di Jawa Barat terjadi penambahan dua kasus menjadi 26.
Di Jawa Tengah terjadi penambahan empat kasus menjadi total 12 kasus. Jawa Timur penambahan satu kasus jadi total sembilan kasus. Di Kalimantan Barat tercatat dua kasus. Di Kalimantan Timur penambahan dua kasus jadi tiga kasus. Di Provinsi Bali satu kasus. Kepulauan Riau terjadi penambahan dua kasus sehingga total 3 orang.

Ada satu kasus di Sulawesi Utara. Sedangkan di Sumatera Utara terjadi penambahan satu kasus menjadi dua kasus. Di Sulawesi Tenggara ada tiga kasus dan di Sulawesi Selatan ada dua kasus. Lampung tetap satu kasus, Riau ada penambahan satu kasus menjadi dua kasus.

Dari jumlah itu, total kasus kematian 25 kasus. Dengan persentase kematian 8 persen dari total kasus. "Angka ini memang tinggi," kata Yuri.

Hingga hari ini,total keseluruhan menjadi 15 orang. [rnd]

Baca juga:
DPR Minta Pemerintah Segera Cairkan Dana Riset Obat Penawar Corona
Pemerintah Diminta Segera Distribusikan Alat Pendeteksi Corona ke Semua Daerah
Pandemik Corona, Bagaimana Nasib Pilkada Serentak 2020?
Atasi Corona, Pemerintah Diminta Tidak Tutup Opsi Lockdown
Cegah Penyebaran Corona, DPR Diminta Tunda Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III
Gara-Gara Corona, Pembahasan Omnibus Law di DPR Kemungkinan Ditunda

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini