Ancaman Prabowo Mundur Dinilai TKN Penggiringan Opini Delegitimasi KPU

Senin, 14 Januari 2019 14:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ancaman Prabowo Mundur Dinilai TKN Penggiringan Opini Delegitimasi KPU Abdul Kadir Karding. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bersedia mundur dari pencalonan jika ada potensi kecurangan. Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, Minggu (13/1).

Menanggapi itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kubu Prabowo tengah bikin penggiringan opini seakan-akan ada kecurangan oleh pemerintahan Jokowi. Cara itu berbahaya karena mendeligitimasi KPU, Bawaslu, dan pemerintah.

"Saya kira ini adalah cara atau strategi pak Prabowo yang menurut saya sangat disesalkan karena mencoba membangun frame, menggiring opini bahwa Pemilu kali ini akan berjalan curang dan kecurangan itu dilakukan oleh pemerintah pak Jokowi," ujar Karding kepada wartawan, Senin (14/1).

Karding mengatakan kubu Prabowo hanya menakuti-nakuti masyarakat. Sehingga bisa saja membuat masyarakat tak datang ke TPS saat pencoblosan.

"Maka bisa jadi orang tidak akan datang ke TPS untuk memilih atau sebagian orang tidak akan memilih. Karena dibangun ketakutan-ketakutan yang ada dalam dirinya," imbuhnya.

Selain itu, kata Karding, strategi demikian dipakai sebagai dalih bilamana Prabowo-Sandiaga kalah. Menurutnya kubu 02 bakal menuding Jokowi-Ma'ruf melakukan kecurangan.

"Kalau memang beliau merasa ini gejalanya banyak kecurangan, walaupun tanpa dia bisa tunjukan apa kecurangan itu, ya kalau mundur silahkan mundur. Cuma harus diingat, mundur itu kena denda, yang kedua pidana, yang ketiga sangat menguntungkan pak Jokowi karena tidak ada lawan. Jadi sebaiknya bicara yang positif-positif saja," kata Karding.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan ancaman mundur langsung kepada Djoko Santoso.

"Kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri. karena memang luar biasa, masa orang gila disuruh nyoblos. Kita logis saja," katanya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini