Analisa Pakar Kenapa Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik saat Pandemi Covid-19

Rabu, 24 Juni 2020 00:00 Reporter : Fikri Faqih
Analisa Pakar Kenapa Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik saat Pandemi Covid-19 Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Elektabilitas sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional mengalami naik turun di masa pandemi Covid-19. Alhasil elektabilitas Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil naik, sementara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto turun.

Direktur Eksekutif Indonesia Watch for Democracy, Endang Tirtana mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi elektabilitas pada masa penanganan virus Corona. Masyarakat, dia mengungkapkan, memperhatikan bagaimana para kepala daerah dalam penangan virus asal Wuhan, China itu.

"Ganjar dianggap sigap dengan memberdayakan industri tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Untuk mengatasi keterbatasan bantuan sosial dari pemerintah, Ganjar meluncurkan kebijakan jogo tonggo yang bersifat bottom-up dari masyarakat," katanya kepada merdeka.com, Selasa (23/6).

Faktor selanjutnya adalah sikap partisan. Dia mengungkapkan, Ganjar dan Ridwan Kamil mendapatkan keuntungan dengan peralihan dukungan dari Jokowi yang tidak bisa maju lagi pada 2024. Sementara Anies harus berebut suara dengan simpatisan Prabowo hingga tokoh-tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo.

"Faktor ketiga adalah komunikasi publik. Tidak bisa dipungkiri bahwa isu Corona menjadi satu-satunya yang membetot perhatian publik selama tiga bulan terakhir. Ganjar dinilai berhasil mendapatkan insentif elektoral dengan sering tampil di media," jelasnya.

Hal tersebut didukung oleh hasil analisis media sosial dan daring yang dilakukan Drone Emprit dengan metode social network analysis (SNA). Endang menerangkan, dibandingkan dengan Anies dan Emil, peta media sosial menunjukkan Ganjar lebih masif dukungan dan minim yang kontra atau menyerang.

"Padahal baik Ganjar maupun Kang Emil sama-sama lebih rendah popularitasnya, tetapi sama-sama paling disukai. Berbanding terbalik dengan Anies yang memiliki audiens terbesar dan banyak pendukung sekaligus juga menjadi target serangan yang masif," ungkapnya.

"Sementara Kang Emil cenderung sendirian dalam mengangkat narasi kinerja, gaya komunikasi Ganjar yang informal didukung oleh audiens yang aktif mempromosikan kegiatannya. Pesan-pesan Ganjar sederhana tapi mengena, yaitu soal imbauan jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan pakai masker," tambah Endang.

Pemilu 2024 memang masih lama, dia mengatakan, namun trend dalam tiga bulan terakhir menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektoral. Gerindra harus mencermati turunnya elektabilitas Prabowo, setelah sebelumnya merajai survei. Demikian pula dengan Anies Baswedan yang makin tertinggal dari Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil.

"Kinerja Anies dinilai tidak konkret dan banyak dipersoalkan publik. Anies kerap memainkan narasi-narasi besar tetapi tidak dibuktikan menjadi fakta," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Hasil Survei

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada 7 Juni 2020 jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020, elektabilitas Ganjar naik dari 9,1% menjadi 11,8%, hingga menggeser posisi Anies dari urutan kedua setelah Prabowo. Anies turun dari 12,1% menjadi 10,4% dan Prabowo dari 22,2% tersisa hanya tinggal 14,1%.

Jika melihat hasil survei lembaga lain pada Februari-Maret 2020, kenaikan elektabilitas Ganjar tampak cukup signifikan. Median mencatat angka keterpilihan Ganjar hanya sebesar 5,5%, sedangkan Indo Barometer 7,7% dan Charta Politika 10,8%.

Dari segi urutan, sebelumnya Ganjar hanya menempati posisi ketiga (Charta Politika) atau keempat (Indo Barometer dan Indikator), bahkan kelima (Median). Kini Ganjar bertengger di posisi kedua, membayangi Prabowo dan mengancam dominasi Anies sebagai penantang utama Prabowo.

Kecenderungan naiknya elektabilitas Ganjar setidaknya sudah muncul sejak sebulan sebelumnya, dari rilis hasil survei yang dilakukan oleh Index Research pada 7 Mei 2020. Dibandingkan dengan survei bulan Februari, elektabilitas Ganjar melesat dari 9,9% menjadi 14,1%.

Kenaikan tersebut juga menggeser Anies dari posisi kedua, menempatkan Ganjar di bawah Prabowo yang turun dari 21,1% menjadi 19,3%. Kenaikan serupa dialami oleh Kang Emil, yang terpotret baik dari hasil survei Indikator maupun Index Research.

Anies yang turun tipis dalam survei Index dari 13,7% menjadi 13,3% cenderung makin turun dalam rentang sebulan seperti ditunjukkan dalam survei Indikator. Hasil survei Indikator dan Index konsisten, elektabilitas Ganjar dan Kang Emil naik sedangkan Prabowo dan Anies terus menurun. [fik]

Baca juga:
Solo Raya Polling: Gibran-Purnomo Diduetkan, Kesuksesan Jokowi-Rudy Bisa Terulang
Solo Raya Polling: Elektabilitas Purnomo Turun Akibat Manuver Pengunduran Diri
Survei LIPI Ungkap Alasan Pelaksanaan PSBB Dinilai Belum Berhasil
Survei ASI: 75,6 Persen Publik Setuju Jokowi Reshuffle Kabinet
Jelang Setahun Jokowi-Ma'ruf, Survei ASI Sebut 67,4% Publik Puas Kinerja Pemerintah
Survei KedaiKOPI: Susi Pudjiastuti Unggul Sebagai Tokoh Alternatif Nasional

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini