Amien Rais: KPU Bentukan Politik yang Punya Beban Agar Petahana Terpilih Lagi

Senin, 1 April 2019 16:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Amien Rais: KPU Bentukan Politik yang Punya Beban Agar Petahana Terpilih Lagi Amien Rais di kediaman Dufi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais minta masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) segera diselesaikan. Dia pun menyindir bahwa ada lembaga negara yang menyodorkan DPT 'abal-abal' alias palsu.

"Saya tidak ingin melihat bangsa ini terguncang gara-gara ada sebuah lembaga yang membusukan dirinya itu kemudian menyodorkan sebuah DPT abal-abal. Sehingga membuat marah sebagian rakyat yang sadar bahwa ini abal-abal," kata Amien di Ayana Hotel Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (1/3).

Politikus senior Partai Amanat Nasional itu mengingatkan supaya pihak terkait tidak curang dalam proses pemilu. Dia mengancam bahwa rakyat akan marah jika Pemilu 2019 berjalan curang.

"Karena itu saya sesungguhnya kan mengambil cara katakanlah semacam shock teraphy, siapa tahu ya jadi dengan mengatakan 'awas lo kalau rakyat merasa ada pengibulan secara masif terukur dan sistematis'," ucapnya.

"Jangan diremehkan menurut saya teman-teman Dukcapil yang berikan aliran suara itu sepertinya lho memikul sebuah misi. Jadi saya mohon maaf ya tetapi bahwa seorang warga negara yang punya mencurigakan terhadap penguasa itu wajar," sambungnya.

Kemudian, Amien melihat sejak awal bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) kurang profesional lantaran agak condong ke paslon tertentu. Dia melihat KPU menjalankan tugas supaya petahana kembali terpilih.

"Sejak hari pertama itu tugas dari KPU yang utama ini merupakan political creature bentukan politik dari petahana ini yang memikul beban supaya apa? Supaya petahana bisa re-elected," ujarnya.

Maka dari itu, dia menilai wajar bila BPN Prabowo terus menelisik tentang masalah DPT-DPT yang invalid. Amien menilai Pilpres 2019 'settingan' jika masalah DPT Pemilu dibiarkan hingga hari pencoblosan pada 17 April mendatang.

"Nah kalau ini sampe hari H enggak diubah, kalau saya loh ya saya punya hak untuk bersuara bahwa ini adalah pilpres bohong-bohongan," kata Amien.

Mantan Ketua MPR tersebut tak mentolerir jika masalah DPT dibiarkan. "Saya mungkin akan dicerca tapi inilah my deep ya, my deep position bahwa ini jelas kita enggak akan bisa mentolerir kalau terus begini. Karena ini penghinaan pada akal sehat manusia jadi saya memang sedikit emosi," pungkasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini