Amien Rais Dapat Surat Dari Prabowo Soal Pertemuan Dengan Jokowi

Senin, 15 Juli 2019 15:38 Reporter : Merdeka
Amien Rais Dapat Surat Dari Prabowo Soal Pertemuan Dengan Jokowi Pertemuan Jokowi-Prabowo usai Pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengaku menerima surat dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ihwal pertemuan dengan Joko Widodo atau Jokowi Sabtu 13 Juli kemarin.

Amien mengungkapkan, surat tersebut baru dibacanya tertanggal 12 Juli atau sebelum pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus terjadi.

"Jadi saya tadi datang dari Yogyakarta, kemudian langsung baca surat di meja saya dari Prabowo, surat itu tertanggal 12 Juli. Isinya Pak Amien, kemungkinan 13 Juli, jadi esok harinya akan ada pertemuan dengan Pak Jokowi. Bagi saya Pak Amien kepentingan lebih besar yaitu keutuhan bangsa, NKRI, dan lainnya. Itu lebih saya pentingkan," kata Amien membeberkan isi surat Prabowo di DPP PAN, Jakarta, Senin (15/7).

"Paragraf dua, katakan setelah ini, setelah pertemuan saya akan ketemuan Pak Amin bisa di Jakarta, bisa dia terbang ke Yogyakarta," lanjut dia.

Karenanya, Amien menambahkan, dalam waktu dekat akan bertemu dengan Prabowo. Meskipun, dirinya tidak mengetahui kapan pertemuan tersebut akan dilangsungkan.

"Jadi saya tentu tidak bisa jelaskan secara detail, mengapa Pak Prabowo sudah ketemu Jokowi, tapi yang jelas, saya sebentar lagi atau besok pagi atau lusa akan bertemu," jelasnya.

Mengenai rekonsiliasi, Amien menilai lucu jika diartikan dengan bagi-bagi kursi. Menurutnya, itu akan memberikan dampak buruk kepada Prabowo jika sampai benar terjadi.

"Buat saya rekonsiliasi itu sangat lucu kalau dalam wujud bagi-bagi kursi. Itu namanya bukan rekonsiliasi. Tetapi ya bagi-bagi kursi ada aibnya, ada negatifnya. Ternyata politisi iyu enggak ada lagi kekuatan moral, enggak memegang disiplin partai, dan lainnya," tegasnya

Dia sepakat dengan adanya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Selama tujuan dari rekonsiliasi tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa dan NKRI.

"Saya tetap pada pendirian saya, rekonsiliasi dalam arti bangsa utuh. Enggak boleh pecah. Saya 1.000 persen saya setuju, mbahnya setuju. Tetapi rekonsiliasi itu jangan sampai diwujudkan menjadi bagi-bagi kursi," jelasnya.

Amien menegaskan, jika ada bagi-bagi kursi, buat apa bertanding kemarin dalam Pilpres 2019.

"Apa gunanya dulu bertanding, ada dua pasangan capres-cawapres, ujung-ujungnya kemudian lantas bagi-bagi. Padahal maksudnya supaya ada alternatif, ada perspektif lain yang dikerjakan petahana itu," tutupnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:false
Mahfud MD: Rakyat Lebih Suka Prabowo Memimpin Oposisi di Parlemen
Polisi Tak Keluarkan Izin Rencana Aksi di Rumah Prabowo
Jokowi Soal Pertemuan dengan Prabowo: Bicara dari Hati ke Hati
Harapan Pengusaha di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo
Sekjen NasDem Ingatkan Bahaya Oligarki Kekuasaan Jika Gerindra Bergabung Pemerintah
Prabowo Subianto'])" href="http://www.merdeka.com/politik/sandiaga-janji-bantu-prabowo-subianto.html" target="_blank">Sandiaga Janji Bantu Prabowo Subianto [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini