Ambisi 2 Tokoh Koalisi Jokowi dan Untung Rugi Elektoral Deklarasi Capres

Minggu, 14 Maret 2021 15:08 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ambisi 2 Tokoh Koalisi Jokowi dan Untung Rugi Elektoral Deklarasi Capres airlangga bertemu prabowo di hambalang. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Airlangga Hartarto diusulkan Partai Golkar menjadi calon Presiden 2024. Dia rajin bermanuver ke ketum-ketum partai politik. Mulai dari Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Selain Airlangga, kini tokoh parpol koalisi Jokowi Muhaimin Iskandar juga didorong kader PKB menjadi capres. Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo melihat gerakan yang dilakukan kedua tokoh itu berdua memang cukup masif.

"Pertama saya melihat memang dua-duanya memang sangat berambisi jadi Presiden di 2024. Ambisi tersebut tercermin dari deklarasi yang sangat dini. Bahwa ketika negara ini masih berkutat dari masalah pandemi dua anak bangsa sudah mengajukan diri untuk kemudian mau maju jadi Presisen RI," kata Kunto ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (14/3).

Kunto mengungkapkan, manuver yang dilakukan Airlangga dan Cak Imin menunjukkan kedua tokoh tersebut sangat ambisius. Publik tidak dapat meresponsnya secara baik.

"Kalau dari sisi publik, publik akan menilai bahwa dua orang ini satu ambisius. Orang yang ambisius biasanya tidak direspons secara baik oleh publik dalam pemilu atau pilkada. Apalagi kursi ini kursi presiden," ungkapnya.

cak imin
©2021 Merdeka.com

Jika dilihat dari sisi politis, kata Kunto, sebenarnya bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada dua tokoh tersebut. Apalagi menjadi seorang presiden harus menunjukkan kinerja baik.

"Jadi misalnya Cak Imin berbuat baik apapun orang akan mengintrepetasi itu sebagai ada maunya itu yang dua hal menurut saya bisa agak merugikan secara politis," bebernya.

Namun, deklarasi dua tokoh tersebut maju Capres bisa mendatangkan keuntungan elektoral. Salah satunya, menjaga popularitas dan lebih dulu menarik dukungan publik publik.

"Memudahkan untuk kemudian mengambil dukungan dari beberapa partai atau ormas kemudian diikat duluan atau semacam perjanjian politik atau semacam itu," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Makna Safari Airlangga dan Prabowo...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini