Akhir Juli 2022, Gerindra Akan Kukuhkan Prabowo Subianto Sebagai Capres

Sabtu, 2 Juli 2022 10:48 Reporter : Merdeka
Akhir Juli 2022, Gerindra Akan Kukuhkan Prabowo Subianto Sebagai Capres Prabowo Subianto-Cak Imin di Kertanegara. Liputan6.com

Merdeka.com - Gerindra menegaskan keseriusan sikap politik bekerja sama dan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, khusus untuk penentuan calon presiden dan wakil presiden, harus mengikuti mekanisme.

"Bener kok Gerindra dan PKB sudah sepakat untuk bekerja sama atau berkoalisi untuk bersama sama menghadapi pemilu tahun 2024. Namun, pengurus serta Anggota partai gerindra berkewajiban mematuhi AD/ART sehingga semua tahapan mengenai pencapresan dari partai Gerindra harus mengikuti mekanisme yang ada," kata Ketua Harian DPP Gerindra dalam keterangannya, Sabtu (2/7).

Dasco menuturkan, koalisi kebangkitan Indonesia Raya belum sampai tahap menentukan capres dan cawapres. Gerindra baru akan pengukuhan capres atau cawapres pada Rapimnas yang akan digelar akhir Juli 2022.

Dasco kembali menegaskan, capres dari Gerindra hanya satu nama. Yakni Ketua Umum Prabowo Subianto.

"Saat ini Prabowo Subianto baru diminta akan kesediaannya untuk dikukuhkan menjadi capres dari Gerindra, melalui Rapimnas yang akan diselenggarakan pada akhir bulan Juli 2022," kata Dasco.

Sementara untuk nama cawapres yang akan diusulkan Gerindra, akan diumumkan pasca Rapimnas. "Jadi siapa calon presiden dan siapa calon wakil presiden dari partai gerindra menunggu waktu dan akan dilakukan sesuai mekanisme partai," tambah Dasco.

Dasco melanjutkan, jika Gerindra dan PKB telah selesai dalam tahapan di masing-masing partai, kedua pihak akan mengenalkan capres di koalisi.

"Nanti jika sudah melalui tahapan mekanisme partai, gas pol," tutup Dasco.

2 dari 2 halaman

PKB Yakin Menang

PKB dan Gerindra tidak memiliki jejak sejarah koalisi. Namun PKB meyakini akan menang bersama gerindra. Faktornya adalah duet Prabowo dan Muhaimin. Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menegaskan kesepakatan kerjasama kedua partai. Sudah ada hitungan politik ketika dua partai ini mengusung duet Prabowo-Muhaimin atau Muhaimin-Prabowo, hasilnya akan sukses di Pemilu 2024.

"Keduanya punya mesin komando kepada struktur partai sampai tingkat bawah. Masing-masing punya plus minusnya, tapi kami sudah berhitung. Gus Muhaimin dan Pak Prabowo, punya dua kekuatan yakni sama-sama ketum parpol. Soal siapa nanti yang menjadi capres atau cawapres, tinggal dibicarakan," katanya.

Dia meyakini koalisi PKB-Gerindra akan menang meskipun selama ini belum pernah berkoalisi. Bahkan dia menyebut bertemunya dua partai ini sebagai kekuatan yang dahsyat.

"Jadi, koalisi ini dibangun untuk menang, bukan hanya untuk bisa nyalon. Kalau cuma untuk bisa menjadi calon, PKB punya banyak pilihan,” katanya.

Dari pemilu ke pemilu, PKB hanya menjadi pengusung. PKB menginginkan pada Pemilu selanjutnya, sang ketua umum maju dalam pertarungan pilpres 2024. Terlebih dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Belum Pernah Berkoalisi, Apa yang Buat PKB Yakin Menang Bersama Gerindra?
Ditanya Kemungkinan Maju Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Saya Dibesarkan Gerindra
Peta Politik Terkini PDIP Jelang Pemilu 2024
Bamsoet Bertemu Surya Paloh Bahas Pilpres 2024 hingga Persatuan Rakyat
Yorrys Tegaskan KSPSI Fokus Perjuangkan Buruh, Bukan Pilpres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini